Pages

Banner 468 x 60px

 
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2018

Bekasi dengan Transportasi Kelompok Lokal dan Kelompok Metropolitan

0 komentar
Penyebaran populasi manusia di wilayah perkotaan tidak dilakukan secara meluas atau acak, tetapi melihat kepada bentuk-bentuk kelompok ketetanggan. Penyebaran ini pun dilihat dari kemajuan teknologi yang makin lama makin berkembang dengan pesat. Teknologi juga diciptakan untuk mempermudah segala aktivitas-aktivitas manusia yang dilakukan sehari-hari. Umumnya pada masyarakat perkotaan dikenal dengan istilah kelompok berkarakter metropolitan, masyarakat luar perkotaan dikenal dengan masyarakat berkarakter lokal. Tetapi terdapat istilah lain yang memiliki tempat di keduanya, yaitu perbatasan. Masyarakat itu yang menempati wilayah perbatasan antara kota dengan desa (kabupaten).

Perlu dipahami bahwa kemajuan teknologi pada masyarakat berkarakter lokal dan metropolitan tidak terlepas dari penggunaan layanan publik, terutama layanan transportasi yang disediakan pemerintah. Bekasi merupakan daerah dengan masyarakat pertengahan yang memiliki karakter keduanya, yaitu lokal dan metropolitan. Ini terlihat dari jarak geografis di bawah lapisan elit perkotaan tedapat satu lapisan atau kelas menengah. Bekasi juga merupakan kawasan yang memiliki jumlah populasi yang cenderung besar. Berbagai jasa pelayanan publik transportasi bisa dijumpai di kota ini. Baik penduduk asli atau lama yang menetap atau penduduk pendatang atau baru sejak diterbitkan jasa transportasi online, setiap pengendara yang memiliki persyaratan sesuai dengan yang diajukan perusahaan-perusahaan pelayanan trasnportasi online, mereka berlomba untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Mereka memanfaatkan sejumlah peluang yang tersedia untuk memenuhi kebutuhannya.

Jasa transportasi online merupakan salah satu hal yang dapat mempermudah kelompok-kelompok lokal dan metropolitan di kota ini. Perusahaan-perusahaan seperti Gojek, Grab, atau Taksi online berkembang dengan pesat, khususnya di kota dan Kabupaten Bekasi. Jasa transportasi ini memang memberikan fitur-fitur yang mudah digunakan, seperti mudah untuk memesannya, serta harga yang terjangkau walaupun akses perjalanan jauh yang ditawarkan penumpang. Terlebih lagi dengan berbagai profesi yang dimiliki masyarakat kota Bekasi yang mayoritas akan bekerja di luar kota – Jakarta khususnya. Perjalanan dari rumah menuju terminal bis atau stasiun kereta mungkin saja memiliki akses yang cukup jauh. Jika kita membandingkan dengan jasa transportasi konvensional tentu akan melelahkan. Hal ini karena akses perjalanan menuju stasiun atau terminal kota tidak selalu menggunakan angkutan umum sekali naik, tetapi bisa dua atau tiga kali naik untuk sekali perjalanan – pergi bagi mereka yang memiliki rumah yang jauh dengan dua tempat tersebut.

Bukan hanya memikirkan kelebihan yang dimiliki jasa transportasi online, tetapi sejak perusahaan-perusahaan ini memunculkan kemudahannya, banyak terdapat pemicu konflik. Konflik- konflik ini tercipta dari ketidaksetujuan atau penolakan transportasi konvensional yang mulai kurang peminatnya. Pertentangan antara jasa transportasi online dan konvensional pun mengarah ke tindak kekerasan. Berbeda hal dengan wilayah Kabupaten Bekasi-Cikarang, ada beberapa dari sopir jasa transportasi online ini tidak menerima permintaan penumpang. Alasannya, karena masih terdapat sopir ojek konvensional yang mengancam dan berbuat kasar kepada transportasi online tersebut. Sudah banyak konflik yang mewarnai tempat tersebut. Aksi demo sepihak dengan pembakaran ban di jalan, memblokade jalan, bahkan razia paksa bagi sopir jasa transportasi online sering terjadi. Hingga mengakibatkan ketakutan bagi pengguna dua transportasi ini , baik konvensional maupun online.

Menurut para pemilik transportasi konvensional, pendapatan berkurang seiring meningkatnya popularitas jasa transportasi online. Berbagai demo dan aksi mogok kerja yang dilakukan para sopir angkutan umum membuat warga merasa ketakutan. Walaupun sekarang ini di wilayah Bekasi, khususnya Kota Bekasi sudah menjadi hak setiap pengendara ojek online untuk menggunakan atribut. Artinya, pemerintah kota sudah memberikan kebebasan untuk mereka menggunakan atribut dari perusahaannya masing-masing, berupa jaket atau helm yang sudah menjadi ciri khasnya. Aksi yang kadang merugikan tersebut, berasal dari perbedaan pemahaman antara kedua pihak. Dengan begitu, pemerintah dinas perhubungan melakukan penyamarataan tarif yang hampir sama dengan taksi atau angkutan konvensional. Hal ini akan berdampak pada jasa angkutan konvensional. Setelah adanya jasa transportasi online konsumen sudah berpaling secara cepat karena jaminan kenyamanan dan murah. Lalu, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru. Secara tidak langsung konsumen akan memilih kenyamanan walaupun mahal. Hal ini karena faktor keselamatan yang ipilih tiap konsumen. Dengan begitu, peminatan terhadap jasa transportasi konvensional akan semakin berkurang karena pada kenyataannya jaminan-jaminan yang diharapkan konsumen tidak didapatkan secara maksimal. Apalagi banyak pelaku angkutan umum yang tidak berkendara dengan baik.

Jika dilihat dari perbedaan yang terdapat dari kedua jasa transportasi ini, mayoritas masyarakat yang menetap dan berkunjung ke Bekasi lebih memilih jasa transportasi online. Bukan berarti jasa transportasi konvensiaonal seperti angkutan umum (angkot), ojek, becak, dan yang lainnya tidak diminati, melainkan transportasi konvensional mempunyai peminatnya tersendiri. Misalnya saja, untuk masyarakat yang tidak begitu memahami teknologi dengan fasih – masyarakat lanjut usia, mereka akan lebih tertarik dengan jasa angkutan umum. Terutama untuk para pedagang rumahan yang sebagian besar berada pada masyarakat konvensional, mereka akan lebih memilih untuk menggunakan ojek konvensional atau angkutan umum. Hal ini karena salah satunya, karena mereka merupakan kelompok yang kurang memahami teknologi, terlebih untuk menggunakan jasa tranportasi online.
Read more...

Rabu, 02 Mei 2018

Mending Ujian Online atau Tulis?

0 komentar


Bulan April lalu telah diselenggarakan ujian nasional online. Isu pemerintah memberlakukan ujian nasional online ini untuk meminimalisir kecurangan dalam ujian nasional. Jadi, dalam sistem online tipis kemungkinan soal-soal yang bocor karena saat ujian dimulai siswa harus mengambil password dari pengawas untuk login dan password itu hanya berlaku sebentar saja. Ujian nasional online juga menghemat anggaran biaya negara, karena pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mencetak soal dan lembar jawaban serta biaya pendistribusian soal. Ujian nasional online dinilai lebih efektif karena pengerjaan soal yang dilakukan oleh peserta akan dapat langsung masuk ke server Dinas Pendidikan.

Jika dilihat dari keadaan dan situasi yang ada di lapangan saat ini ujian nasional online belum merata khususnya di Indonesia. Rencana pelaksanaan ujian nasional online tersebut tidaklah tepat dan perlu dipertimbangkan kembali. Sebenarnya ide yang disampaikan oleh pemerintah untuk melaksanakan ujian nasional tersebut sangat baik, tetapi dalam pelaksanaanya di lapangan akan menimbulkan berbagai macam permasalahan. Contohnya ada siswa yang belum memahami bagaimana cara menggunakan komputer (gaptek), ada juga yang sekolahnya belum mempunyai infrastruktur yang memadai (tidak mempunyai komputer, akses internet, dan daya listrik) jadi sekolah tersebut harus ikut ke sekolah lain yang sudah mempunyai infrastruktur yang memadai.

Jika pelaksanaan ujian nasional online tetap dilakukan, beberapa sekolah akan mengalami kesulitan. Coba kita bayangkan jika sekolah tersebut memiliki 350 siswa yang mengikuti ujian nasional, maka berapa jumlah komputer yang dibutuhkan oleh pihak sekolah untuk melaksanakan ujian ini. Sekolah yang berada di pedesaan harus menjadi pertimbangan ujian nasional online ini, karena sekolah di pedesaan beda dengan sekolah yang berada di perkotaan. Sekolah di pedesaan ini mungkin harus mencari sekolah yang sudah mempunyai infrastruktur yang memadai, siswa harus menempuh perjalanan berkilo-kilo meter hanya untuk mengikuti ujian nasional online. Iba rasanya jika kita melihat siswa seperti itu, belum nanti malam menghapal pelajaran yang besok di ujikan dan besoknya harus menempuh perjalanan demi mengikuti ujian nasional online. Ujian online ini hanya diberlakukan dari SMP sampai SMA saja. Sekarang ujian nasional tidak lagi menjadi penentu kelulusan, karena takut membuat peserta didik menjadi stres atau menjadi beban pikirannya. Apalagi peran orangtua yang cemas dan otomatis akan memaksa anaknya untuk belajar lebih rajin, padahal hal seperti itu salah karena hanya akan membuat peserta didik malas untuk belajar. Apakah pemerintah tidak berfikir secara panjang dampak dari ujian nasioanal online ini? Ada beberapa dampak dari ujian nasional online ini, misalnya server error, tiba-tiba listrik padam, dan lain-lain.

Semestinya, apabila pemerintah ingin melaksanakan ujian nasional secara online, mereka harus menjamin ketersediaan infrastruktur terlebih dahulu yang mendukung dan juga jangan terlau terburu-buru untuk melaksanakannya. Pemerintah pun perlu melakukan sosialisasi langsung ke sekolah jauh-jauh hari sebelum ujian nasional dilaksanakan agar tidak menimbulkan masalah karena banyak pendidik dan peserta didik yang tidak bisa menggunakan komputer, hal ini dipastikan peserta didik akan kesulitan dan pasti nya menambah beban para peserta didik. Mereka bisa terganggu konsentrasinya dan akibatnya mereka malah akan gagal dalam ujian nasional online ini.

Beberapa tahun yang lalu, semua sekolah bisa melaksanakan ujian nasional di sekolahnya masing-masing tanpa perlu mengikuti ujian nasional ke sekolah lain. Dulu hanya membutuhkan selembar kertas jawaban dan pensil saja, tidak perlu listrik yang bertegangan tinggi. Hanya saja perlu mensterilkan ruangan untuk siswa yang akan melaksanakan ujian nasional.

Seperti yang kita ketahui, perubahan kurikulum sekarang sudah berganti menjadi kurikulum 2013 revisi. Mungkin ini yang menyebabkan kita harus mengganti ujian nasional tulis menjadi ujian nasional online. Dapat diibaratkan bahwa kurikulum adalah setir kendali kegiatan pembelajaran. Erat sekali dampak perubahan kurikulum tersebut terhadap pembelajaran.

Tetapi tidak bisa dipungkiri, sekarang ini kita sudah masuk era digital yang apa saja sudah dilakukan secara online. Kemajuan teknologi adalah sesuatu hal yang tidak bisa kita hindari pada zaman yang sudah modern seperti saat ini, karena semakin majunya ilmu pengetahuan maka semakin maju pula perkembangan teknologi. Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi berjalan sangat cepat Setiap teknologi pastinya mempunyai dampak positif dan dampak negatif.
Read more...

Jumat, 20 April 2018

Transportasi Usang, Keamanan dan Kenyamanan Jadi Taruhan

0 komentar
Salah satu kewajiban pemerintah yaitu memberikan pelayanan publik yang menjadi hak dasar bagi setiap warga negara maupun memberikan pelayanan kepada warga negara yang telah memenuhi kewajibannya terhadap negara. Pada dasarnya, kewajiban pemerintah dan hak warga negara telah ditetapkan dan disebutkan dalam aturan perundang-undangan suatu negara.

Berbagai bentuk pelayanan publik diberikan kepada masyarakat, salah satunya pelayanan jasa. Pelayanan jasa merupakan pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk jasa yang dibutuhkan oleh publik, misalnya pos, pendidikan, pemeliharaan kesehatan, penyelenggaraan transportasi, dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, bisa dikatakan masih banyak bentuk pelayanan jasa yang dirasa belum memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Salah satu di antaranya yaitu penyelenggaraan transportasi. Manfaat terpenting dari tranportasi itu sendiri yaitu untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam prakteknya, masyarakat sangat membutuhkan transportasi untuk melakukan aktivitas atau memenuhi kebutuhannya masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan akan transportasi tersebut, pemerintah harus mengadakan transportasi umum agar kebutuhan terhadap transportasi mampu terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di bagian wilayah Indonesia, khususnya di pesisir pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya, bisa dikatakan kondisi transportasi umum (bus) yang digunakan oleh sebagian orang untuk memenuhi kebutuhan maupun aktivitas dari kampung ke kota masih jauh dari kata layak untuk digunakan. Orang-orang yang peka dan memperhatikan keselamatannya ketika menggunakan transportasi umum, mungkin akan merasa khawatir dengan kondisi yang ada.

Kondisi kendaraan yang telah usang, ditambah dengan keadaan sebagian jalan yang dilalui belum diperbaiki menambah kediaknyamanan saat berkendara. Dikatakan usang karena kaca mobil ada yang pecah, kotor, dipenuhi debu, fasilitas mobil yang sudah tidak fungsional, bergetar, dan sangat bising saat ditumpangi.

Model manajemen operasional yang mengandalkan sistem setoran menyebabkan sopir bus kerap kali ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraannya. Faktor keselamatan tidak lagi sempat terpikirkan karena begitu duduk di belakang stir, yang ada di kepala atau benak supir adalah bagaimana mencari penumpang sebanyak-banyaknya untuk kejar setoran. Penyebab lainnya, mungkin saja karena dikejar oleh waktu atau memang sang sopir lalai dalam tugasnya. Perbuatannya seakan-akan tidak menghargai keadaan dan tidak memikirkan keselamatan maupun kenyamanan penumpang.

Tarif yang dipatok oleh kondektur sering kali tidak konsisten. Harga yang harus dibayar oleh penumpang terkadang disesuaikan dengan banyak atau tidaknya penumpang. Hal tersebut membuat sebagian penumpang merasa dirugikan atas kebijakan yang ditetapkan oleh kondektur bus. Sebagian penumpang ada yang merasa tidak sepakat dengan kebijakan tersebut meskipun terus melakukan negosiasi dengan kondektur. Namun, dengan kearogansian kondektur, penumpang pun terpaksa mengalah dengan keadaan yang ada.

Penumpang tidak akan menolak tarif yang ditetapkan oleh kondektur jika dibarengi fasilitas yang memadai. Fasilitas tersebut tentunya mampu memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para penumpang. Hal demikian mampu memberikan dampak yang baik bagi pihak terkait.

Permasalahan lain menyangkut pengelolaan armada. Pengelolaan armada yang tidak memadai juga bisa saja menyebabkan banyak armada bus tidak baik. Dengan alasan penghematan mungkin banyak perusahaan bus melaksanakan perawatan kendaraannya asal-asalan.

Hal-hal yang terjadi dalam transportasi darat ini seharusnya mendapat perhatian yang serius dari pihak-pihak tekait. Pihak-pihak tersebut di antaranya pemerintah, dinas perhubungan maupun pengelola bus.

Keterbatasan pengawasan pemerintah terhadap aktivitas transportasi yang ada, menyebabkan banyak pemilik kendaraan (transportasi umum) seenak mereka sendiri dalam mengoperasikan moda transportasinya. Mungkin saja, angkutan umum yang seharusnya sudah tidak layak jalan tetapi masih saja dioperasikan, itu semua karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Imbasnya kembali lagi kepada keselamatan penumpang yang menjadi ancaman. Disinilah peran pemerintah untuk memberi perhatian lebih terhadap moda transportasi, untuk menyeleksi angkutan-angkutan mana saja yang memenuhi prosedur layak jalan agar nantinya masyarakat yang menggunakan transportasi tersebut bisa terja keamanan dan kenyamanannya.

Kebijakan dan strategi pelayanan pemerintah dalam transportasi darat harus dimaksimalkan dan disiapkan dengan matang. Misalnya, mendorong daerah untuk menyusun perencanaan transportasi darat yang sinergis dengan rencana transportasi nasional sehingga mampu mengatasi permasalahan transportasi di daerahnya dan menyusun aruran-aturan yang mampu memberikan kepastian maupun ketetapan hukum tata niaga transportasi.

Kebijakan operasional transportasi darat juga harus mendapatkan perhatian. Misalnya, peningkatan keselamatan dan kelancaran transportasi jalan, peningkatan kondisi sarana dan prasarana transportasi jalan, peningkatan profesionalitas SDM, dan peningkatan kinerja peraturan maupun kelembagaan transportasi jalan. Kebijakan tersebut harus direalisasikan dan dimaksimalkan demi kesejahteraan pengguna transportasi darat.

Pemerintah memiliki wewenang yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang transportasi. Transportasi darat (bus) menjadi kebutuhan yang penting bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah harus dapat meningkatkan sarana dan prasana tranportasi agar tercapai kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kualitas angkutan umum harus dapat direalisasikan dan dioptimalkan demi tercapai dan terjaganya kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menggunakan angkutan umum.


Read more...

Selasa, 10 April 2018

Kekerasan Pada Anak

0 komentar
Kasus kekerasan terhadap anak banyak terjadi di Indonesia. Beberapa kekerasan pada anak diantaranya penyiksaan fisik, pelecehan seksual, pengabaian, memberikan teror kepada anak, eksploitasi pada anak, penyiksaan emosi, penolakan, orang tua yang bersikap acuh, mengasingkan anak, dan memberikan pengaruh buruk pada anak. Kasus kekerasan pada anak yang paling menonjol adalah pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa. Biasanya, anak-anak yang menjadi korban dari kekerasan ini berusia 5-16 tahun. Rata-rata pelakunya adalah pria dewasa yang mempunyai kelainan seks. Para pelaku bukanlah orang jauh, melainkan tetangga ataupun orang dekat yang biasa beraktifitas di lingkungan yang sama.

Seperti pada kasus yang terjadi di Kota Depok, seorang kakek tiga cucu tega mencabuli anak dibawah umur. Pelaku bernama Rachmat, yang berprofesi sebagai sopir antar jemput anak sekolah. Menurut Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, korbannya adalah dua orang anak berusia 5 tahun dan 7 tahun. Kasus ini terungkap setelah orang tua korban merasa terhadap gerak-gerik anaknya yang mulai berubah. Kemudian orang tua korban menanyakan apa yang terjadi dengan anaknya, dan dari situlah anak bercerita apa yang telah dialaminya. Pelaku mengaku khilaf dengan perbuatan yang dilakukannya. Ia sudah 6 kali melakukan aksinya dan tindakan tersebut ia lakukan setelah pulang sekolah. Pelaku dijerat Pasal 83 UU No 35 tahun 2014 tentang pencabulan anak di bawah umur, dengan ancaman penjara di atas lima tahun.(Sindonews.com). Dari kasus tersebut terbukti bahwa di Indonesia masih terjadi kekerasan pada anak.

Pelecehan seksual terjadi karena beberapa faktor diantaranya keluarga yang tidak harmonis, benci terhadap anak, korban mudah ditaklukan, hasrat seks yang tidak bisa disalurkan, mempunyai riwayat kekerasan seksual pada masa kecil sehingga pelaku ingin membalasnya ketika ia dewasa, pernah menyaksikan kekerasan seksual pada anggota keluarga lain saat masih kecil, ketergantungan obat-obat terlarang, faktor kemiskinan, kelainan seksual dari pelaku. Salah satu faktor yang benar-benar harus diwaspadai adalah penggunaan media elektronik yang tidak sesuai dengan fungsinya. Melalui gadget, anak-anak dan orang dewasa dapat dengan mudah meniru apapun yang mereka lihat. Apalagi, segala konten mudah diakses melalui internet. Maka dari itu peran orang tua sangat penting dalam menjaga anaknya. Orang tua hendaknya mendampingi anak-anaknya dalam bermain gadget.

Selain peran orang tua, pihak pemerintah pun harus ikut andil dalam menangani kasus kekerasan pada anak. Pemerintah daerah seharusnya memberikan pengetahuan dan bersosialisasi langsung kepada masyarakat tentang kekerasan pada anak agar tidak menimpa anak-anak mereka. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan pemerintah pusat dan daerah memiliki kewajiban untuk membangun mental warga. Jangan sampai anak-anak menjadi korban kekerasan. Justru hak anak harus dipenuhi, seperti mendapatkan pendidikan, perlindungan, kesehatan, kasih sayang, makanan dan minuman yang bergizi, berekreasi, dan bermain. KPAI menyatakan provinsi dengan jumlah aduan kekerasan pada anak terbanyak, dan juga pengawasan kasus yang viral di media yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggaara Barat (NTB).

Penegak hukum harus menindak secara tegas para pelaku kekerasan terhadap anak. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bahwa setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah). Tindakan tegas tersebut untuk memberikan efek jera sehingga kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi.

Kekerasan seksual pada anak mengakibatkan beberapa dampak antara lain depresi, trauma, kegelisahan, dan cedera fisik. Anak yang mengalami trauma sangat berpengaruh terhadap kehidupannya di masa datang. Ketika psikolog anak terganggu maka akan mengganggu atau berpengaruh dalam kehidupan siosial serta aktivitas sehari-hari. Anak akan menjadi takut terhadap segala bentuk kekerasan, bahkan yang terkecil sekalipun misalnya suara-suara keras, dan pembicaraan yang bernada tinggi. Selain itu anak akan menjadi pendiam, murung, dan mudah menangis. Ketika dalam keadaan ramai pun anak bisa tidak menunjukkan raut muka yang ceria. Padahal anak-anak identik dengan keceriaan..

Bila kekerasan pada anak tidak segera dihentikan, maka masalah ini tidak pernah terselesaikan. Memberi kebencian kepada anak sama saja memupuk benih baru untuk menumbuhkan manusia-manusia pembenci. Anak-anak yang mendapat perilaku buruk dari orang tua atau orang-orang di sekitarnya terkadang membentuk sebuah prinsip untuk mencontoh di kemudian hari. Namun beberapa anak membuat prinsip yang berbeda, mereka memandang perilaku yang dibuat orang tua atau orang-orang di sekitarnya terhadap dirinya adalah buruk, dan tidak patut untuk ditiru, dan anak seperti ini sangat langka.

Kasus kekerasan anak memang cukup sulit dihentikan ketika orang tua yang melakukannya. Hal itu disebabkan ranah keluarga adalah ranah yang privat. Ranah ini tidak bisa dimasuki oleh setiap orang, kecuali dari sanak saudaranya. Banyak cara untuk menolong anak-anak yang mendapat perlakuan keras dari orang tuanya. Pertama dengan cara memberitahukannya dengan sanak saudara dari kerabat anak tersebut. Jika sulit untuk menemukan mereka, orang yang peduli dan hendak menolong, bisa melaporkannya kepihak perlindungan anak.
Read more...

Sabtu, 10 Maret 2018

Potret Buram Pendidikan di Indonesia

0 komentar

Gambar: diambil di Nurul Ummah Al-Falah Tasikmalaya
Pendidikan merupakan salah satu jembatan untuk membangun dan memperbaiki sebuah bangsa. Kemajuan sebuah bangsa bisa diukur salah satunya melalui pendidikan, di Indonesia sendiri permasalahan mengenai pendidikan tidak pernah habis diperbincangkan. Seperti kata pepatah Ki Hadjar Dewantara, yang memiliki pandangan jika kita ingin merubah nasib bangsa ini adalah melalui sekolah. Di zaman milenial ini, kehidupan terus berkembang dan mengikuti arus globalisasi yang serba modern, kehidupan menjadi konsumtif, serba instan, cepat dan mudah termasuk sekolah, sekolah saat ini menjadi komoditas yang paling disorot.
Sistem pendidikan di Indonesia masih serba kekurangan dan terbatas karena tidak semua sekolah di Indonesia memenuhi standar pendidikan, selain itu banyak pula anak-anak yang belum merasakan pendidikan yang layak, kendati telah 72 tahun merdeka namun belum ada kata merdeka bagi mereka yang hidup di daerah terpencil dengan segala keterbatasan yang dimiliki, karena kemerdekaan dalam belajar belum diraih sepenuhnya.
Daerah terpencil terletak jauh dari pusat pemerintahan, oleh karena itu masyarakat atau peserta didik maupun pendidik yang tinggal di daerah terpencil minim mendapatkan bantuan ataupun pelayanan pendidikan dari pemerintah. Banyak berbagai permasalahan yang muncul dan menghambat proses pendidikan salah satu adalah sarana dan prasarana khususnya di daerah terpencil yang jauh dari pusat kota. Sarana dan prasarana ini meliputi peralatan sekolah sebagai penunjang dalam proses belajar mengajar, bangunan sekolah dan seluruh isinya, maupun akses jalan yang baik sehingga mudah dijangkau oleh seluruh pihak khususnya peserta didik dan pendidik. Sistem pendidikan di daerah terpencil dengan daerah perkotaan akan sangat terlihat perbedaanya, dimulai dari gedung sekolah yang berada diperkotaan megah-megah dengan seluruh fasilitas yang memadai seperti ruang kelas, perpustakaan, lapang olahraga, laboratorium, sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan, akses jalan baik, transportasi umum mudah ditemukan dan dimanfaatkan, segala dipermudah asalkan ada niat dan kemauan yang sungguh-sungguh dari setiap peserta didik. Namun hal itu sangat berbanding terbalik dengan sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil. Tidak ada fasilitas yang memadai untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar, sarana dan prasarana serba kekurangan dan seadanya, akses jalan yang sulit ditempuh, serta jauh dari pusat pemerintah menjadi salah satu penyebab terhambatnya keberhasilan proses belajar mengajar. Padahal masyarakat yang tinggal di kota maupun desa memiliki hak dan kesempatan dalam memperoleh pendidikan yang sama. Tetapi fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa ada ketidakmerataan kualitas maupun sistem pendidikan di Indonesia. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu faktor ketidakmerataan kualitas pendidikan yang berada di kota maupun di daerah terpencil adalah sarana dan prasana yang tidak memadai.
Nurul Ummah Al-Falah salah satu contoh potret masih buramnya pendidikan di Indonesia. Nurul Ummah Al-Falah yang berlokasi di Kampung Babakan, Desa Bojong, Kecamatan Bojong Gambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Bangunan sekolah yang tidak layak seperti halnya gubug-gubug yang sudah reyot dan tidak menggambarkan sebuah sekolah walaupun tidak mampu memberikan fasilitas maupun sarana dan prasarana yang memadai seperti sekolah-sekolah pada umumnya.
Bangunan sekolah tersebut beratapkan asbes, berdindingkan bambu, beralaskan tanah. Meja dan kursi dari kayu seadanya, yang tak sesuai ukuran peserta didik. Seluruh murid terpaksa belajar di ruang kelas layaknya kandang ayam karena sekolah yang jauh dari perkampungan dan sulit di akses oleh kendaraan. Hal tersebut adalah salah satu contoh potret buram pendidikan yang ada di Indonesia.
Masalah yang paling menyita perhatian khususnya pendidikan yang berada di daerah terpencil adalah masalah mengenai kualitas pengajar atau guru. Hal tersebut terjadi salah satunya diakibatkan oleh tuntutan mengajar seorang guru di daerah terpencil lebih berat dan peminat guru yang sanggup ditempatkan di daerah terpencil yang masih minim. Salah satu yang menjadi alasan mendasar yaitu minimnya sarana dan prasana yang menjadi penunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Selain itu masalah pendidikan yang masih menjadi momok daerah terpencil adalah keadaan lingkungan dan akses jalan. Di daerah terpencil yang memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan biasanya belum banyak pembangunan-pembangunan seperti halnya di perkotaan, misal pembangunan jalan, jembatan, maupun akses jalan lainnya. Hal ini menjadi salah satu penghambat perjalanan peserta didik dan pendidik yang akan berangkat maupun pulang sekolah.

Dari berbagai permasalahan tersebut menimbulkan berbagai dampak tidak hanya pada pendidikan melainkan pada terhambatnya kemajuan mutu pendidikan terutama di daerah terpencil yang memiliki berbagai keterbatasan dan serba kekurangan tidak akan pernah sama dengan mutu pendidikan di daerah perkotaan. Selain munculnya permasalahan tersebut, juga berdampak pada tertinggalnya pembangunan suatu daerah. Oleh karena itu, suatu daerah akan baik pembangunan dan perkembangannya apabila sistem pendidikannya maju.
Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah terutama dalam meningkatkan sarana dan prasarana. Disamping itu, pemerintah dan masyarakat juga perlu memberikan perhatian yang lebih, maupun pengawasan yang lebih intensif terutama pendidikan di daerah terpencil. Oleh karena itu, bukan hanya pemerintah yang berperan tetapi harus ada peran dan kesadaran dari masyarakat untuk meningkatkan dan mewujudkan pembangunan daerah dimulai dari memperbaiki dari segi pendidikan, terutama di daerah terpencil yang memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan.
Read more...

Sabtu, 10 Februari 2018

LAYANANAN PUBLIK YANG KURANG ASYIK

0 komentar
Layanan publik ialah suatu pelayanan yang berbentuk barang atau jasa publik yang menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh pemerintah dinas atau pemerintah daerah.

Seperti pernyataan tersebut, di negeri ini pun diberikan beberapa fasilitas layanan publik oleh pemerintah yang dapat digunakan seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai macam layanan publik itu termasuk pelayanan barang atau jasa. Layanan yang telah diberikan dan difasilitasi oleh pemerintah diharapkan dapat membantu kebutuhan serta mempermudah kebutuhan masyarakat. Beberapa layanan yang dapat digunakan misalnya dari segi pendidikan, air bersih, jalan tol, listrik, pengadministrasian, jasa pos, jasa pemadam kebakaran, transportasi umum, fasilitas rekreasi, pelayanan kesehatan, dan masih banyak lagi layanan publik yang lainnya.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sudah berusaha memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat, namun selalu saja ada oknum-oknum yang mengambill keuntungan dari layanan publik ini. Mereka yang tak bertanggung jawab seakan tak peduli dengan kesusahan rakyatnya yang sangat membutuhkan. Semisal pendidikan, pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya rata mendapatkan pendidikan yang layak bagi anak-anak penerus bangsa yang akhirnya banyak anak yang tak dapat merasakan bangku sekolah. Banyak di daerah pelosok dan terpencil yang belum memiliki fasilitas bangunan sekolah yang layak untuk mereka pakai sebagai tempat belajar. Berjalan berkilo-kilomil seakan sudah menjadi kegiatan mereka sehari-hari hanya untuk mendapatkan pendidikan. Masih ada semangat di diri mereka untuk belajar, meski sulit tetap mereka jalani. Pendidikan seharusnya menjadi dasar yang kuat untuk melanjutkan kehidupan yang layak dan mampu membangun Indonesia yang lebih baik.

Tak hanya layanan pendidikan, banyak masyarakat yang mengeluh pada layananan kesehatan. Sudah banyak kejadian miris yang terjadi akibat oknum kesehatan yang tak bertanggung jawab dan memandang rendah pada masyarakat yang kurang mampu. Banyak orang yang meninggal karena telat ditangani hanya dengan alasan biaya perawatan yang tak mereka miliki. Bukankah sekarang sudah ada BPJS? Ya benar, namun kenyataannya berobat dan melakukan perawatan menggunakan BPJS cukup merepotkan. Bahkan ada beberapa layanan kesehatan yang akan mengenyampingkan mereka apabila berobat menggunakan BPJS. Tak sedikit masyarakat yang lebih memilih merawat keluarga atau kerabat mereka yang sakit hanya di rumah dengan perawatan seadanya saja karena masih merasa terbebani biaya yang mahal dan kerepotan dengan BPJS.

Selain layanan pendidikann dan layanan kesehatan, layanan transportasi umum juga menjadi layanan publik yang membantu aktifitas masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Namun, permasalahan yang sedang banyak dibicarakan mengenai transportasi umum ini ialah adanya transportasi online. Masyarakat yang menyambut dengan baik adanya transportasi online, namun berbanding terbalik dengan para sopir yang menjalankan transportasi umum tersebut. Mereka merasa lahan rezeki yang biasa didapat telah direbut oleh para pengemudi transportasi online. Selain itu, transportasi umum seperti kereta api, kapal laut serta pesawat pun ada beberapa fasilitas yang kurang layak digunakan. Misalnya stasiun yang kurang terawat, gerbong kereta yang sudah tidak layak, atau pada kapal laut yang memili pelabuhan serta beberapa kapal yang sudah tidak layak untuk dijalankan karena akan terlalu banyak resiko jika memaksakan. Indonesia yang memiliki bandara internasional pun ada beberapa layanan yang kurang baik, entah itu dari bandara atau pelayanan dari masing-masing maskapai yang kurang baik bahkan ada yang bertindak tidak sopan. Bukan hanya dari pegawainya saja, bahkan ada beberapa berita yang menyatakan bahwa pilot dan co-pilot dari beberapa maskapai terbukti menggunakan dan mengonsumsi narkoba, sabu-sabu, ganja dan semacam yang seperti itu. Perbuatan seperti itu telah sangat menyalahi aturan yang ada.

Bukan hanya kekurangan saja yang terdapat pada layanan publik, namun kemajuan serta kelebihan layanan publik pun semakin meningkat terutama pada fasilitas rekreasi (pariwisata). Membicarakan tempat wisata, Indonesia memiliki ribuan bahkan mungkin lebih tempat wisata di seluruh Indonesia baik wisata alam ataupun taman bermain. Pada saat ini banyak bermunculan tempat wisata-wisata terbaru di daerah karena kekreatifan serta pemanfaatan tempat yang dikelola oleh para pemuda serta masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat daerah pun tak perlu pergi jauh-jauh jika ingin piknik bersama teman, kerabat atau keluarga. Selain di daerah, di kota-kota besar pun sudah banyak membangun dan mengelola tempat wisata terbaru untuk menarik minat wisatawan lokal maupun asing. Misalnya di daerah Jawa Barat, bukan hanya saja terkenal dengan udaranya yang sejuk dan menyegarkan, namun disana saja sudah banyak sekali tempat wisata alam maupun taman bermain. Pemerintah daerah Jawa Barat berusaha membangun tempat-tempat wisata yang murah namun tetap mengasyikkan untuk dikunjungi, sehingga pendapatan daerah semakin meningkat karena banyaknya wisatawan yang mengunjungi kota-kota di Jawa Barat.

Selain itu, Indonesia sangat terkenal dengan wisata alam dan terkenal dengan lautnya yang sangat indah. Bali misalnya, Bali sudah menjadi destinasi wisata internasional, banyak wisatawan asing yang jatuh cinta dengan keindahan alam dan lautnya. Sekarang pun bukan hanya Bali yang terkenal, namun Lombok, Bunaken, dan hampir lautan di Indonesia menjadi destinasi wisata yang indah dan cocok untuk dikunjungi. Hal ini akan menjadi pendapatan negara akan semakin meningkat. Sekarang, kita sebagai penerus bangsa dan masyarakat yang memiliki jutaan kekayaan di negeri ini harus merawatnya dengan baik. Terus mengembangkan potensi yang ada dan tetap menjadikan Indonesia menjadi negara yang sukses, baik dalam ekonomi, sosial, politik sampai ke sektor wisata yang akan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang maju dan tetap bahagia.
Read more...

Jumat, 02 Februari 2018

AKU GENERASI YANG HARUS KALIAN LINDUNGI

0 komentar
Anak adalah aset negara yang harus dilindungi. Mereka merupakan generasi penerus yang akan menentukan kemajuan dan perkembangan bangsa. Oleh karena itu, anak harus mendapatkan perhatian, perlindungan, juga didikan dari pihak berwajib supaya dapat tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan. Banyak di antara mereka yang hidup di keluarga yang berkecukupan keinginan mereka dapat tercukupi namun orang tua tidak memikirkan akibat yang akan terjadi dikemudian hari.

Seiring berkembangnya zaman, anak-anak masa kini dimanjakan dengan alat telekomunikasi yang begitu canggih. Autis. Ya. Akibat kemajuan teknologi tersebut sebagian anak menjadi pribadi yang autis. Banyak di antara mereka yang sibuk dengan dunianya sendiri. Seringkali mereka berada di keramaian tapi tidak jarang pula mereka terlihat seperti hidup tanpa orang lain. Mereka jadikan dunia maya sebagai ajang berbagi, hal pribadi sekalipun. Peristiwa demikian sangat memprihatinkan. Mereka tidak menyadari sedang berada di lingkungan yang juga bisa dijadikan ajang berbagi yang lebih nyata.

Perkembangan zaman dan semakin pesatnya teknologi diharapkan dapat menjadi media dan batu loncatan anak-anak untuk mengakses pembelajaran atau memperoleh pendidikan dengan lebih mudah. Namun sangat di sayangkan hal tersebut tidak sama sekali dijadikan media positif. Justru sebaliknya, dengan perkembangan zaman dan teknologi yang sangat canggih memberikan peluang kepada anak-anak dan lebih cenderung anak yang menginjak remaja untuk melakukan kenakalan-kenakalan yang tak terduga.

Kenakalan yang menimpa anak remaja menumbuhkan beberapa faktor yang dapat membahayakan dirinya sendiri, misalnya merusak moral dan sopan santun, eksploitasi anak bahkan kekerasan seksual yang dapat merusak dan fatal sekali akibatnya.

Menurut Al Bantani (2015) Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menegaskan, kekerasan pada anak sudah sangat mengerikan dan bisa dikatakan pada tahap darurat. Fakta itu terungkap dari data kekerasan yang diterima Komnas Perlindungan Anak setiap tahun cenderung meningkat. Berdasarkan laporan yang diterima Komnas PA, laporan pada akhir tahun 2013 menunjukkan angka tertinggi dalam kasus kekerasan terhadap anak, yakni sebanyak 3.023 kasus pelanggaran, 1.620 anak (58 persen) menjadi korban kejahatan seksual. Dilihat dari klasifikasi usia, dari 3.023 kasus tersebut, sebanyak 1.291 kasus (45 persen) terjadi pada anak berusia 13 hingga 17 tahun, korban berusia 6 hingga 12 tahun sebanyak 757 kasus (26 persen), dan usia 0 hingga 5 tahun sebanyak 849 kasus atau 29 persen.

Ini membuktikan bahwa kejahatan seksual lah yang paling tinggi angka pelanggarannya. Di Indonesia kesadaran terhadap perlindungan anak memang sangat rendah, bahkan bisa dikatakan bahwa Indonesia merupakan negara darurat kekerasan pada anak.

Sebagian orang yang tidak paham dan tidak peduli betapa pentingnya melindungi generasi bangsa menjadikan anak malang sebagai ladang untuk di petik buahnya. Mereka di manfaatkan sebagai alat mendapatkan uang dan mendapatkan kepuasan.

Kejahatan seksual yang terjadi pada anak dapat mengakibatkan gangguan psikis pada dirinya bahkan mereka tisak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Namun anak yang melakukannya pun tidak menyadari apa yang telah menimpa dirinya merupakan salah satu pelecehan yang akan menurunkan dan merusak moral posotif yang ia miliki.

Hal yang lebih memperihatinkan lagi adalah fakta bahwa sebagaian pelaku pelecehan seksual ternyata adalah para oknum atau elemen pemerintah yang seharusnya menjadi tempat berlindung bagi anak. Banyak berita beredar bahwa sekolah sekarang bukanlah tempat belajar yang aman lagi, banyak pelecehan seksual sekarang dilakukan oleh para guru yang seharusnya menjadi contoh teladan yang baik tetapi malah berbuat keji.

Moore (dalam Nataliani, 2004) menyebutkan bahwa efek tindakan dari korban kekerasan anak dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori. Ada anak yang menjadi negatif dan agresif serta mudah frustasi; ada yang menjadi sangat pasif dan apatis; ada yang tidak mempunyai kepibadian sendiri; ada yang sulit menjalin relasi dengan individu lain dan ada pula yang timbul rasa benci yang luar biasa terhadap dirinya sendiri. Selain itu, Moore juga menemukan adanya kerusakan fisik, seperti perkembangan tubuh kurang normal juga rusaknya sistem syaraf. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa, dampak kekerasan anak yang meliputi pelecehan seksual, secara fisik maupun psikis akan sangat mempengaruhi pertumbuhan korbannya. Selain mempengaruhi pertumbuhannya, pelecehan seksual terhadap anak juga akan mengubah sikap dan pola pikir pada korbannya. Dikehidupan sehari-harinya anak yang pernah menjadi korban pelecehan seksual akan menjadi lebih suka menyendiri, menarik diri dari pergaulan, dan hidupnya dirundung rasa takut juga rasa cemas. Anak yang dulu pernah menjadi korban kekerasan, di masa dewasanya sangat berpotensi besar untuk menjadi pelaku kekerasan.

Salah satu upaya untuk mengurangi kekerasan seperti di atas adalah dengan adanya peran orang tua untuk membimbing dan mengawasi anak baik dalam segi pendidikan, pergaulan dan permainan anak. Terutama anak yang hidup di lingkungan berbau teknologi Orang tua tidak serta merta harus 100% menuruti keinginan anak. Karena walau pun anak lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah tidak menutup kemungkinan energi negatif akan terbatasi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa anak harus mendapatkan pengarahan, pengawasan, juga perlindungan dari berbagai pihak. Seperti peran orang tua dan pemerintah. Supaya anak tidak terjerumus pada kenakalan yang sedang marak terjadi dan tidak menjadi sasaran kekerasan selanjutnya.


Read more...

Rabu, 10 Januari 2018

Eksistensi Perempuan di Parlemen

0 komentar
Pada dasarnya pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia seutuhnya, tanpa membedakan suku bangsa, agama, dan jenis kelamin. Sementara Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah dan dasar negara yang menjadi pondasi awal untuk menempatkan perempuan pada keluhuran harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa untuk memberikan hak dan peluang yang sama bagi perempuan dan laki laki untuk berperan dalam pengelolaan negara, pemerintahan, dan pembangunan baik di pusat maupun di daerah.

Prinsip persamaan kedudukan dan perlakuan yang adil antara laki-laki dan perempuan tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin kesetaraan antara kaum laki-laki dan kaum perempuan. Di dalam UUD 1945 Pasal 28 I (2) menyatakan bahwa, “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu”. Hal ini berarti bahwa secara filosofis, Indonesia menjamin dan melindungi tiap warga negaranya dari sikap atau tindakan diskriminatif tanpa membeda-bedakan status sosial, ras, suku, budaya, agama, maupun jenis kelamin. Pada UUD 1945 Pasal 27 juga menyatakan bahwa perempuan mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam bidang hukum dan pemerintahan.

Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 diamanatkan untuk memberi peluang dan perlakuan yang sama dalam pekerjaan. Setiap tenaga kerja memiliki peluang yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan (Pasal 5). Ini berarti baik laki-laki maupun perempuan memiliki peluang yang sama dalam pekerjaan.

Di Indonesia sejak reformasi, partisipasi politik perempuan khususnya keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan menjadi agenda penting pemerintah. Partisipasi perempuan dalam politik sangatlah penting, karena keberadaan mereka dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok perempuan dengan mewakili, mengawal, dan mempengaruhi agenda dan proses kebijakan, dan turut serta dalam proses pembangunan.

Sejak konsep gender berkembang, tidak dapat dipungkiri lagi peran perempuan dalam pembangunan telah mengalami pembaharuan. Di bidang pendidikan misalnya, perempuan telah mengalami peningkatan akses pendidikan yang setara dengan laki-laki. Posisi-posisi penting baik di pemerintahan maupun non pemerintahan cukup banyak dijalankan oleh perempuan. Dalam bidang politik, yang sering kali disebut sebagai dunia laki-laki, aspirasi perempuan juga telah mendapat tempat walaupun belum semua aspek terwakili.

Berbagai bentuk perjuangan politik telah digeluti kaum perempuan, seperti parlemen, kabinet, partai politik, LSM, dan sebagainya. Mereka juga berpikir bahwa perempuan juga mempunyai kemampuan yang sama dengan laki-laki, yang juga bisa digunakan untuk mempolitisir dan mengontrol kaum laki-laki, bisa memberikan suara yang terbanyak, serta bisa dimanfaatkan demi kepentingan tertentu. Sudah banyak perempuan yang terlibat langsung dalam partai politik misalnya sebagai pengurus partai, pengambil keputusan, dan sebagai calon anggota legislatif. Perbincangan tentang perempuan politik Indonesia setidaknya bersentuhan dengan upaya untuk memajukan demokrasi, setiap penghuni negeri ini memiliki hak yang sama satu dengan yang lainnya, tidak terkecuali perempuan untuk masuk dalam wilayah politik. Selama ini, perempuan dalam bingkai politik belum sampai pada tingkat maksimal.

Secara historis keterlibatan kaum perempuan di ranah politik di Indonesia memiliki akar yang panjang, namun secara realitas justru mmperlihatkan hal yang tidak cukup menggembirakan. Keterlibatan kaum perempuan di dunia politik, khususnya dalam sektor kelembagaan formal (DPR/DPRD), masih jauh dari yang diharapkan. Kalau dilihat dari segi perbandingan antara jumlah populasi perempuan Indonesia yang diperkirakan mencapai separuh dari jumlah penduduk, dengan mereka yang terlibat dalam politik. Hal itu terjadi karena masih kuatnya budaya patriarki yang dianut oleh masyarakat yang memandang perempuan sebagai makhluk yang lemah sehingga tidak pantas masuk dalam dunia politik yang begitu keras.

Negara yang menganut sistem patriarki, laki-laki selalu mendominasi perempuan dan perempuan selalu dipandang orang kedua setelah laki-laki. Hal inilah yang membuat terjadinya pembagian kerja terhadap perempuan, karena laki-lakilah yang selalu mengambil keputusan, baik dalam keluarga, maupun di tempat kerja. Dengan budaya patriarki seperti ini telah membuat kesempatan perempuan terbatasi. Hal tersebut dapat kita lihat dalam perpolitikan di Indonesia saat ini, bahwa telah banyak perempuan yang turut berpartisipasi dalam politik, namun hasilnya tidak begitu memuaskan. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor pertama berhubungan dengan konteks budaya di Indonesia yang masih sangat kental asas patriarkinya. Faktor kedua berhubungan dengan proses seleksi dalam partai politik. Ketiga, berhubungan dengan media yang berperan penting dalam membangun opini public mengenai pentingnya representasi perempuan dalam parlemen. Keempat, tidak adanya jaringan antara organisasi massa, LSM, dan partai-partai politik untuk memperjuangkan representasi perempuan.

Perempuan yang selalu diposisikan pada peran domestik dan reproduksi yang sangat menghambat kemajuan mereka menggeluti dunia politik. Hal tersebut merupakan rekayasa kultur dan tradisi yang menciptakan pelabelan atau streotipe tertentu pada perempuan yang telah mengakar kuat dalam masyarakat. Keterlibatan perempuan dalam dunia politik di Indonesia dan negara-negara berkembang pada umumnya bisa dikatakan terlambat. Hal itu karena stigma tadi bahwa perempuan identik dengan sektor domestik sehingga masih sangat sedikit perempuan yang turut andil dalam dunia politik. Semenatara dunia politik itu sendiri masih dianggap lekat dengan dunia yang keras, penuh persaingan, membutuhan rasionalitas dan bukan emosi. Persepsi yang melekat pada perempuan adalah peran sebagai wilayah kedua setelah laki-laki. Secara jelas memiliki jalur yang judgement, dengan tendensi orang kelas dua yang seharusnya di rumah dan bertabur dengan konsumerisme, hedonisme, dalam cengkraman kapitalisme.

Anggapan perempuan sebagai makhluk lemah memberikan asupan pemikiran bahwa perempuan tidak sepatutnya bergelut dengan dunia politik yang penuh dengan kekerasan dan dialektika kekuasaan. Perempuan dinilai tidak mampu memimpin dan membuat kebijakan tegas karena patron yang telah membentuk perempuan sebagai makhluk perasaan, artinya perempuan tidak dapat memberikan keputusan ketika menggunakan sisi perasaan dalam menilai sebuah keputusan. Banyak pengamat-pengamat politik yang menanggapi peran perempuan dalam politik, mereka mengatakan bahwa peran perempuan Indonesia dalam bidang ekonomi dan lainnya lebih maju dibandingkan negara lain. Tetapi, perempuan Indonesia masih terjebak pada budaya politik yang berjuang di akar rumput dengan mereka yang berjuang di arena politik (partai politik dan parlemen).

Tapi, perempuan Indonesia masih berada dalam budaya politik yang tidak memungkinkannya berperan penuh di dalam kehidupan politik. Gerak perempuan yang berkecimpung di dalam dunia politik sudah dibatasi dan dipolakan. Namun banyak perempuan yang terjun ke dunia politik tidak menyadari hal tersebut.
Read more...

Selasa, 02 Januari 2018

Dampak Pendidikan Zaman Now

0 komentar
Pendidikan merupakan bagian terpenting bagi kehidupan manusia. Hal ini yang menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Oleh sebab itu, manusia harus terus belajar mulai dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Jika setiap orang memiliki pendidikan yang baik, maka orang tersebut tidak akan merasa kesulitan untuk mengembangkan ilmunya. Banyak orang yang rela tinggal jauh dari keluarga, hingga mereka harus makan sedanya, tempat tinggal yang seadanya, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan banyak yang harus mereka penyesuaian dengan pola hidup yang baru. Mereka dapat menerima nilai-nilai atau naorma-norma yang digunkan dan berlaku di masyarakat, sekolah, dan lingkungannya. Pendidkan juga membuat manusia menjadi lebih cerdas dan menjadi lebih terhormat jika mereka menerapkan hasil pendidikannya untuk bersosial. Seberapa pentingkah pendidikan?, dan mengapa pemerintah selalu berupaya agar semua rakyat berpendidikan?, hal ini terjadi karena, hampir semua aspek di dunia dipengaruhi oleh pendidikan. Agar lebih konkret dan jelas, berikut adalah sebagian kecil aspek kehidupan yang dipengaruhi oleh pendidikan.

Pendidikan akan mempengaruhi dunia kerja yang akan diemban oleh setiap manusia. Setiap manusia dituntut untuk memiliki keterampilan dibidangnya dengan penguasaan yang maksimal. Pada mula-mulanya, perusahaan akan melakukan wawancara sebelum menerima karyawan, yang akan dibekerjakan diperusahannya. Di dalam proses wawancara ini, akan ada beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan. Dengan memiliki latar belakang pendidikan yang baik, akan membantu setiap orang untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya, dengan pendapatan yang besar dan mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Maka akan berbanding terbalik, jika tidak memiliki latar belakang pendidikan yang baik, manusia akan sulit mendapatkan pekerjaan. Oleh sebab itu, pendidikan sangat berpengaruh dalam dunia kerja. Walau sebenarnya masih banyak orang yang berpendidikan rendah akan tetapi memiliki pekerjaan yang baik, hanya itu jarang ada.

Pendidikan akan membantu manusia untuk mendapatkan uang. Jelas manusia yang berpendidikan lebih berguna bagi masyarakat akan mudah untuk menghasilkan uang, seperti dokter, guru, pramugari, pengusaha, desainer, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan mereka memiliki sesuatu yang menjual yaitu keterampilan. Hanya dengan menggunakan keterampilan, mereka bisa menghasilkan uang yang cukup, walau kenyataanya masih banyak orang yang memiliki pekerjaan yang baik dan upah yang besar akan tetapi mereka masih merasa kekurangan. Terlebih lagi, mereka juga tidak perlu bekerja dengan sangat keras menghabiskan seluruh tenaga karena mereka menggunakan otak bukan otot. Hal ini berbeda dengan manusia yang tidak memiliki pendidikan. Mereka bekerja hanya dengan mengandalkan kekuatan otot saja, seperti kuli bangunan, buruh sawah, dan lain-lain, orang tersebut akan bekerja sangat keras, tetapi mendapatkan upah yang kecil. Oleh karena itu, kurangnya tingkat pendidikan dan ketidaksadaran akan pentingnya pendidikan, mungkin hal ini yang menjadi faktor utama penyebab kemiskinan disetiap negara. Alangkah lebih baik jika semua manusia di dunia ini bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan baik untuk kehidupan yang lebih baik.

Pendidikan memiliki peran yang penting dalam hal komunikasi. Sebagai seorang manusia yang baik sangatlah penting untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan manusia lain yang berada didekatnya. Seseorang semestinya harus mengetahui sikap bagaimana berinteraksi yang baik dengan orang lain, baik melalui bahasa tubuh maupun dengan kata-kata yang semestinya tanpa menyinggung atau melukai hati orang lain. Ketika berbicara dengan orang lain, sangat dianjurkan untuk memperhatikan bahasa tubuh, jangan sampai menunjukan bahasa tubuh yang tidak sopan kepada lawan bicara. Begitu juga dengan kata-kata, manusia harus memiliki kemampuan untuk memilih bahasa yang baik dan benar. Hal ini dikarenakan manusia yang berpendidikan akan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Oleh karena itu, cara manusia berbicara menunjukan kepribadian mereka. Seperti halnya pepatah “mulutmu harimaumu” artinya segala perkataan yang telah diucapkan, apabila tidak dipikirkan terlebih dahulu dapat merugikan dirinya sendiri.

Pendidikan mempengaruhi zaman. Saat ini manusia hidup di zaman yang serba modern, sehingga segala sesuatunya menjadi lebih canggih dan mudah termasuk teknologi seperti hp android, laptop, komputer dan lain-lain. Tehnologi kini memenuhi kehidupan manusia, apalagi saat ini seolah-olah hp bagian terpenting dari kehidupan manusia yang tidak bisa terlepaskan, bahkan alat-alat sederhana seperti menyaduh kopi, mengepel telah menggunakan teknologi. Akibat dari meningkatnya perkembangan teknologi ini, perlu ilmu untuk mengimbanginya. Hal ini dikarenakan untuk menguasai teknologi atau mengoperasikan teknologi cukup sulit. Kita harus memiliki pengetahuan untuk menggunakannya. Contoh ada orang yang memiliki hp android, akan tetapi orang tersebut hanya menggunakannya untuk menelepon dan sms saja, padahal banyak yang bisa dipakai dengan hp androidnya itu, seperti membuka internet. Dengan memiliki pendidikan yang baik, akan mampu dengan mudah menggunakan teknologi dan mengambil manfaat yang sangat banyak dari teknologi tersebut. Sebaliknya, jika manusia tidak memiliki pengetahuan tentang teknologi atau yang sering disebut gaptek alias gagap teknologi, mereka akan tertinggal dan tidak bisa mengambil manfaat dari teknologi.

Pendidikan berpengaruh terdahap kesuksesan hidup. Manusia yang sukses merupakan manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Dengan kata lain, mereka bisa membantu manusia lainnya. Karena orang yang memiliki pendidikan yang baik, bisa membantu orang lain dengan ilmu atau keahlian yang dimiliki dengan mudah tanpa mengalami kesulitan seperti orang-orang yang tidak mengetahui apa yang bisa mereka lakukan.

Pendidikan sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia, karena pendidikan mempengaruhi segala aspek kehidupan yang dijalani oleh setiap orang. Diantaranya adalah pendidikan bisa mempengaruhi dunia kerja, membantu manusia menciptakan kemakmuran bagi dirinya, mempengaruhi cara komunikasi, berperan dalam perkembangan zaman, dan mempengaruhi kesuksesan manusia di dunia.
Read more...
 
Jurnalis Muda © DKP (Mala) - 2018