Pages

Banner 468 x 60px

 
Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2018

Tips dan Trik Backpacker Ala Mahasiswa

0 komentar

Sebagian orang mungkin akan mengira jika travelling ke suatu tempat baik luar kota maupun luar negeri membutuhkan biaya yang sangat besar untuk penginapan, makan, transportasi, dan lain sebagainya. Sebenarnya itu semua tergantung pada usaha dan niat traveller. Jika kita berusaha untuk meminimalisasi pengeluaran dan niat berwisata untuk mengunjungi banyak tempat, bukan untuk berbelanja pasti bisa kok menghemat pengeluaran. Di sini, aku akan mencoba untuk berbagi trik dan tips untuk ber-backpacker dengan biaya yang sangat murah.

1. Memastikan Jadwal Keberangkatan dan Tiba

Sebelum kamu memulai sebuah perjalanan, pastikan kamu memprediksi jadwal keberangkatanmu. Perhatikan jadwal pemberangkatan dan tiba saat akan memesan tiket. Jangan sampai setelah memesan kamu salah memilih jadwal. Usahakan jika itu kota pertama yang kamu kunjungi dan belum tahu akan ke mana atau siapa yang akan menjemput, jangan sekali-kali memilih jadwal yang tiba pada tengah malam atau setelah pukul 22.00 WIB. Alasannya karena pada jadwal tersebut sudah jarang ada trasnportasi umum, mushola atau mesjid sudah banyak yang dikunci, bahkan tempat makan hanya beberapa yang masih buka. Jadi, dari pada nanti kamu luntang-lantung tidak jelas setelah turun dari kereta carilah jadwal yang tiba pada pagi hari ketika orang-orang sedang memulai hari, siang hari, sore hari, atau malam yang tidak terlalu larut agar suasana masih ramai. Sehingga jika terjadi kemungkinan terburuk masih banyak orang yang bisa dimintai tolong.

2. Membuat Daftar Barang Bawaan

Namanya juga backpacker jadi yang dibawa hanya backpack atau ransel bukan koper besar yang akan muat dengan berbagai perlengkapan. Agar kebutuhan kamu terpenuhi tetapi tidak perlu banyak membawa peralatan, bawalah barang seperlunya dan usahakan membawa baju yang hanya akan dipakai. Jangan membawa baju seisi lemari ya! Ingat kamu akan berkendara sendiri atau bersama temanmu menggunakan kendaraan umum ekonomi yang bagasinya hanya akan muat untuk satu ransel saja atau koper kecil. Bayangkan jika kamu membawa koper besar dan menaiki kereta ekonomi dengan tempat duduk berhadap-hadapan dengan orang asing, pasti akan merepotkan diri sendiri dan orang lain. Belum lagi, ketika sampai di tempat tujuan kamu akan berjalan-jalan jauh sebelum sempat menyimpan barang-barang terlebih dahulu, betapa merepotkannya jika jalan-jalan harus menarik koper.

3. Mencari Orang yang Siap Menampung

Agar biaya penginapan dapat tertutupi carilah orang-orang yang kamu kenal di tempat tujuan kamu. Teman, saudara, sahabat, siapa saja yang dapat menampung, karena liburan ala backpacker itu akan sayang jika menyewa hotel dengan harga ratusan ribu yang hanya akan ditempati untuk tidur. Cari orang yang akan menampungmu sebanyak mungkin, jangan hanya berharap pada satu orang. Jika terdapat lima orang yang siap untuk menampungmu, itu akan semakin baik lagi.

Bagi yang tidak memiliki kenalan di tempat tujuanmu, manfaatkanlah media sosial. Sekarang sudah banyak group backpacker yang aktif. Cobalah untuk berkomunikasi dan jadikan mereka seolah-olah teman lama kamu, kemudian mintalah nomor kontak mereka yang bisa dihubungi atau email mereka yang valid untuk melanjutkan komunikasi. Cara ini sebaiknya diterapkan minimal dua bulan sebelum pemberangakatan, karena kamu harus berhati-hati dan lebih selektif memilih orang untuk menampungmu. Pilihlah mereka yang menurut kamu layak sebagai tempat untuk bermalam. Jika kamu adalah seorang perempuan pilihlan tempat bermalam yang dirumahnya ada ibu atau saudara perempuan, jangan di rumah kos.

Tetapi, jika masih belum menemukan tempat yang siap menampung. Kamu bisa mencari guest house, yang harganya lebih murah dari pada hotel. Rajin-rajinlah mencari di berbagai situs jasa pemesanan dan jangan lupa untuk membaca review atau tinjauan para tamu, biasanya tamu akan menceritakan setiap detail kelebihan dan kekurangan tempat tersebut mulai dari pelayanan, fasilitas, hingga lokasi. Rekomendasi pun penting, tanyakan pada warga asli yang mungkin kamu bisa tanyai tentang tempat tersebut.

4. Memastikan Tujuan Destinasi

Sebelum kamu berangkat untuk mengunjungi destinasi wisata pastikan bahwa kamu sudah menyusun peta perjalananmu. Pilihlah tempat-tempat satu arah agar dapat mengunjungi banyak tujuan destinasi. Jangan sampai kamu memilih tempat yang berlawanan arah, hal tersebut akan membuang waktumu dan membuatmu lelah di perjalanan. Jangan lupa pula, pastikan terlebih dahulu dari segi harga, tiket, uang makan, uang perjalanan, uang belanja jangan sampai belum apa-apa uang mu sudah habis. Pintar-pintarlah mengatur keuanganmu.

5. Pilihlah Transportasi yang Murah

Saat sampai di tujuan destinasi pasti memerlukan kendaraan untuk pergi ke banyak tempat. Jika kamu memiliki teman atau saudara yang mau meminjamkan kendaraannya selama di sana maka bersyukurlah. Sehingga kamu hanya akan mengeluarkan ongkos untuk bensin saja. Namun, jika tidak ada pilihlah transportasi yang murah, jangan manja harus naik kendaraan ber-AC. Terlebih saat ini banyak aplikasi yang menyediakan jasa transportasi yang praktis. Usahakan ketika pergi ke suatu tempat selama tempat itu masih bisa dijangkau, berjalanlah. Olahraga sedikit sembari berkenalan lebih dalam dengan keaadaan tempat destinasimu. Biasanya kamu akan merasakan kearifan lokal saat kamu tanpa sengaja sedang berjalan di tempat asing.

6. Pastikan Kuota Internetmu Penuh

Zaman semakin canggih, dengan benda dalam genggaman kamu bisa melakukan apapun dan pergi ke manapun. Sekarang sudah jarang sekali orang menggunakan peta, kebanyakan orang mengandalkan google map. Jadi, untuk kamu yang mengandalkan google map pastikan koneksi internetmu lancar dan pastikan pula baterai telepon genggammu penuh. Namun, jika kamu tersesat jangan takut dan jangan panik. Kamu masih memiliki alat indra yang diberikan Tuhan untuk berbicara, jadi bertanyalah. Terkadang saat kamu tersesat akan lebih banyak mendapat pengalaman dan cerita yang kamu dapat.

7. Meninggalkan Kebiasaan Lama

Bangunlah sepagi mungkin. Kalau perlu sebelum tuan rumah bangun, kamu sudah bangun terlebih dahulu. Jika melihat keaadaan kamar berantakan berinisiatiflah untuk membereskannya. Ingat kamu bukan sedang tinggal di kamar hotel yang apapun dilayani. Ketika berpergian pun jangan banyak mengeluh, nikmati saja. Kebiasaan makan mewahmu tunda dulu, cobalah sensasi makan sederhana. Carilah tempat makan yang tidak menghabiskan uang terlalu banyak, biasanya tempat tersebut ada di daerah kampus atau sekitaran tempat kos mahasiswa.

Itulah sedikit tips dan trik agar kamu dapat menjadi backpacker tanpa harus menguras tabunganmu. Sebenarnya besar atau kecilnya sebuah biaya yang dikeluarkan tergantung pada individu masing-masing. Namun, selama kita masih bisa berhemat dan mandiri kenapa kita tidak mencobanya?
Read more...

Selasa, 22 Mei 2018

(Part 2) Menanti Fajar dan Berburu Senja di Yogyakarta

0 komentar
Hari kedua perjalanan nekat Yogyakarta dimulai sangat pagi atau bisa dibilang shubuh. Sekitar pukul 04.30 WIB selepas sholat shubuh aku, temanku, sahabatku, dan teman sahabatku berangkat dengan dua motor untuk menanti fajar di Puncak Bukit Kebun Buah Mangunan. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan hijau asri hutan pinus, meski terbilang tempatnya cukup jauh dari jalan utama tapi tetap terjaga. Jalanan aspal yang mulus tanpa lubang membuat perjalanan sekitar 45 menit tidak terasa, hal itu menandakan bahwa pemerintah Yogyakarta sangat menjaga dan melestarika tempat wisata di daerahnya.

Sesampainya di sana, kami lekas menuju spot untuk melihat matahari terbit yang terkenal indah. Sudah banyak dipenuhi pengunjung meski masih sekitar pukul 05.45 WIB. Ternyata tempat tersebut sudah buka dari pukul 04.00 WIB dengan harga tiket Rp 5000,- per orang dan sudah termasuk parkir. Sayang, matahari terbit yang kami harapkan tidak nampak dan ditutupi kabut yang cukup tebal. Meski sedikit kecewa, namun setelah kabut menghilang kami disuguhi pemandangan indah, rumah-rumah dan jalanan kota bantul, aliran sungai Oya yang meliuk elok terlihat jelas. Puas menikmati pemandangan, berkeliling, berfoto dan sarapan kami memutuskan untuk turun menuju Hutan Pinus Imogiri .


 Suasana Puncak Bukit Kebun Buah Mangunan

Hutan Pinus Imogiri atau Hutan Pinus Mangunan letaknya tidak jauh dari Puncak Bukit Kebun Buah Mangunan. Dengan hanya membayar tiker parkir sebesar Rp 3000,- kami dapat menikmati keindangan pohon pinus yang menjulang tinggi dengan jarak setiap pohon yang rapi, membuat siapa pun yang datang ke sana rasanya tidak ingin pergi. Kesejukkan udaranya yang asri serta setiap sudut tempat yang instagenic membuat semua orang terpesona, terasa berada di negeri dongeng, bahkan beberapa pasangan dengan gaun putih panjang terlihat sedang mengadakan foto prewedding. Suasana romantis dan kehangatan keluarga sangat terasa di sana. Selain itu, terdapat pula panggung terbuka yang mendunia. Desain panggung yang indah dan melukiskan kealamian sempat menjadi viral beberapa pengguna media sosial, mereka berlomba untuk menyebutkan siapa yang pantas tampil di panggung tersebut.





 

Pemandangan di hutan Pinus Imogiri

Siang hari hujan pun turun, kami beristirahat di sebuah warung kecil yang menyediakan makanan ringan dan makanan berat seperti olahan mie instan berbagai merek dan nasi goreng. Menunggu hujan reda kami memesan mie instan dan minuman penghangat tubuh, karena hutan pinus sendiri sudah sejuk ditambah hujan, rasanya menjadi tambah dingin. Cukup lama hujan turun dengan angin yang cukup kencang. Hingga akhirnya pukul 13.00 hujan mulai reda, menyisakan rintik gerimis. Kami bergantian untuk sholat di mushola, musholanya dengan desain kayu membuat sholat semakin khusu, rasanya seperti sedang sholat di alam terbuka.

Sekitar pukul 13.30 kami melanjutkan perjalanan menuju pantai di daerah Gunung Kidul. Mengambil arah sebaliknya dari pemberangkatan, kami terus berjalan lurus dipandu oleh teman sahabatku. Mengandalkan google map dan bertanya pada warga sekitar, kurang lebih 1,5 jam akhirnya kami sampai di objek wisata pantai di Gunung Kidul. Dengan membayar tiket Rp.19.000,- per dua orang kami dapat menikmati 8 pantai yang berbeda, Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Pulangsawal, dan Pantai Poktunggal. Sayang hari sudah semakin sore, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Pantai Kukup yang masih terhubung dengan jajaran pantai lainnya.

Perjalanan menuju Pantai Kukup, kami disuguhi pemandangan tebing dengan bebatuan yang indah dan tentu saja jalanan aspal yang mulus. Tiba di sana, kami hanya perlu membayar uang parkir sebesar Rp 3000,- dan kami dapat bebas menikmati pantai. Selepas sholat ashar, kami berkeliling jalan kaki menuju pantai. Ternyata pantai Kukup layaknya pantai pribadi, sepi, kecil, dan romantis namun pemandangan indahnya tidak perlu diragukan, ditambah wisatawan saat itu tidak terlalu ramai hanya ada 4 sampai 5 rombongan kecil saja termasuk kami. Pasir putih yang lembut, ombak yang tenang, air pantai yang jernih, terumbu karang dan biota laut yang dapat dilihat mata langsung, serta karang-karang yang gagah menambah keelokan Pantai Kukup.



Keindahan Pantai Kukup

Sebenarnya terdapat pula sebuah jembatan dan gardu pandang tidak jauh dari pantai untuk menikmati matahari terbenam. Namun, karena ternyata awan mendung menutupi keindahan matahari terbenam. Akhirnya kami hanya menikmati ketenangan senja yang disuguhi pantai Kukup. Melepas lelah dari perjalanan selama di Yogyakarta dan menenangkan diri serta badan dari penat rutinitas sehari-sehari. Jika kami punya banyak waktu rasanya ingin sekali beberapa hari tinggal di sana, menikmati pantai yang tenang serasa milik pribadi.

Hari mulai gelap, kami segera menunaikan sholat maghrib dan lekas untuk pulang. Selama perjalanan kami harus terus berhati-hati karena daerah yang kami lewati tak jarang ada monyet yang menyebrang atau diam di tengah jalan. Satu jam dari Pantai Kukup kami menyusuri jalan menuju Wonosari, tepatnya terletak di kawasan Patuk perbatasan Gunung Kidul dan Bantul kami berhenti sejenak menikmati bukit bintang atau dikenal pula sebagai Bukit Gembel. Kami berhadapan langsung dengan tebing yang telah dibangun kursi beton yang bisa dijadikan tempat duduk. Sembari menikmati angin malam, kami dapat melihat keindahan kota Yogyakarta yang dipenuhi kerlip lampu tanpa terhalang apa pun. Di sana terdapat beberapa restoran yang menyuguhkan makan malam romantis atau sekedar memakan jagung yang dapat dibeli dari pedagang di pinggir jalan. Namun, kami tidak memilih keduanya karena ada satu tempat lagi yang ingin kunjungi sebelum berakhirnya hari, yaitu angkringan.

Pemandangan Bukit Bintang Yogyakarta (Sumber: Google)

Angkringan sudah menjadi khas Yogyakarta, tempat makan tradisional yang biasanya terdapat di pinggir jalan dengan sebuah pikulan. Angkringan yang berarti duduk santai, identik dengan Nasi Kucing atau nasi ditambah sambal teri atau oseng yang dibungkus daun pisang dengan porsi kecil. Selain nasi kucing yang menjadi ciri khas angkringan adalah gorengan, sate usus, sate telur puyuh, tempe dan tahu bacem. Minuman pun beragam mulai dari teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe, dan susu. Setelah menyusuri jalan pulang akhirnya kami menemukan sebuah angkringan yang sudah terbilang modern. Sebuah kafe dengan interior tradisional dan tetap menyajikan makanan dalam pikulan. Menunya tetap khas angkringan dan harganya mulai dari Rp.500,- hingga Rp 5000,- untuk setiap menu. Setelah kenyang mengisi perut, tepat pukul 22:00 WIB kami sampai di kos-an dan mengakhiri petualangan nekat hari kedua.

Beragam menu di Cafe Angkringan (Sumber: Google)

Esoknya selapas sholat shubuh karena lelah kami terbangun pukul 09.00 WIB dan bergegas untuk pulang kembali ke Tasikmalaya. Dengan jadwal pemberangkatan pukul 14.00 WIB, diantar oleh sahabatku dan temannya, aku dan temanku selama 2 jam menyempatkan terlebih dahulu untuk berbelanja di pasar Malioboro dan Pasar Beringharjo. Tepat pukul 13.00 kami sampai di stasiun menunaikan ibadah sholah dzuhur terlebih dahulu lalu check-in tiket. Hingga akhirnya sampai di Tasikmalaya pukul 19.40 dan mengakhiri petualangan nekat kami di Yogyakarta.





Read more...

Minggu, 13 Mei 2018

Do It Yourself – Inspirasi Kertas Bekas menjadi Berkelas

0 komentar








Banyak orang berpendapat kertas-kertas bekas atau kertas sisa dari sekolah itu langsung dibuang atau dibakar saja. Bahkan tidak jarang ditemukan kertas bekas yang berisi tulisan-tulisan itu sudah ada di pedagang-pedagang kaki lima, seperti pedagang gorengan. Jika kamu yang melihat sendiri kalau di atas kertas itu salah satunya adalah tulisanmu, apa yang kamu rasakan?

Kamu pasti punya hobi atau kegemaran, kan? Seperti menulis cerpen, novel, puisi, atau membaca, mendengarkan musik, mengumpulkan barang-barang unik, dan sebagainya. Itu semua adalah hobi. Hobi sendiri adalah ketertarikan seseorang akan suatu hal, benda atau barang sehingga orang tersebut berusaha untuk mencari, mengumpulkan, bahkan menyimpannya di tempat yang khusus atau spesial. Pada tulisan ini penulis akan berbagi pengalaman seputar hobi yang memang menurut mayoritas anak muda atau orang awam ini membosankan. Apalagi hobi ini membutuhkan keseriusan dan rasa niat dengan tingkat tinggi. Hobi ini adalah Origami atau seni melipat kertas.

Semenjak budaya jepang, mulai dari musik, dorama, gaya berpakaian, hingga pengetahuan dari minat dan bakat kreativitas orang-orang Jepang mulai memasuki diri orang Indonesia. Salah satunya adalah seni melipat kertas atau origami. Sebenarnya Origami adalah hal atau kegiatan yang sudah sering terdengar belakangan ini. Sudah juga orang yang mengetahui langkah-langkah untuk membuat kreasi ini. Tetapi penulis ingin memberikan sesuatu hal yang berbeda.

Origami berasal dari dua kata yaitu ori dan gami. Tidak hanya kertas di Jepang sendiri bisa juga menggunakan kain sebagai bahan pembentuknya. Sebuah kerja dari origmai merupakan suatu hasil karya tangan sendiri yang sangat teliti dan halus pada pandangan. Kreasi origami yang sering kita ketahui berasal dari kertas-kertas yang baru atau kertas yang memang didatangkan langsung dari negeri Sakura, Jepang tersebut. Harganya pun tidak terbilang murah. Belum lagi biaya tambahan untuk pajak yang digunakan, karena didatangkan langsung dari negara asal origami ini. Hal itu pasti sudah biasa. Tentunya juga membutuhkan banyak materi untuk membelinya. Saat ini, khusus untuk kamu yang memiliki banyak kertas bekas atau kertas yang sudah tidak terpakai lagi di rumah, kamu tidak usah khawatir dan tidak usah repot-repot untuk menjualnya ke tukang jual beli barang bekas. Kamu bisa membuatnya berkelas. Origami tidak hanya menghasilkan boneka-boneka saja, tetapi bisa mneghasilkan puluhan hingga ratusan kreasi unik dan lucu. Terlebih karya tersebut berasal dari hasil tangan kamu sendiri. Manusia yang kreatif dapat mengkreasikan kertas-kertas tersbut menjadi hasil yang memiliki nilai yang berkelas.

Kreasi melipat kertas tidak selalu menjadi primadona, tetapi selalu memiliki masa-masa terbelakang. Pasalnya, origami memang untuk orang-orang memiliki kesenangan terhadap paper art. Bahkan dari mereka membuat beberapa komunitas bagi penyuka kreasi seni lipat atau origami ini. Tujuannya adalah untuk mewadahi kreativitas, ide untuk megembagkan hobi-hobi mereka dan mengenalkan kepada yang lain bahwa origami bisa membunuh rasa bosan dengan menghasilkan barang dan benda buatan sendiri.

Hobi ini memang membutuhkan cukup kesabaran bagi yang melakukannya. Tetapi kamu harus bersabar dan percaya bahwa kesabaranmu akan menjadikan origami itu indah dan bernilai jual tinggi. Dengan tidak membuang langsung kertas-kertas tersebut kamu bisa menjadikannya sebagai hiasan di kamar. Misalnya, dengan membuat origami boneka tiga dimensi (3D) yang dibuat dari kertas-kertas bekas. Kamu bisa memiliki kebanggaan tersendiri dapat menciptakan kreasi tersebut. Terlebih boneka-boneka tersebut dapat kamu jual kepada teman-teman dengan harga yang sedikit miring. Boneka-boneka tersebut dapat kamu jadikan hadiah untuk orang-orang tersayang, saat mereka ulang tahun, wisuda, dan sebagainya. Buatan tangan sendiri akan menjadi lebih bermakna karena setiap satu lipatan kertas tersebut ada niat dan cinta yang tersalurkan.

Sumber: google.co.id
Hal pertama yang dapat kamu lakukan jika mempunyai banyak kertas bekas di rumah yaitu untuk tidak membuangnya atau menjualnya.

1. Carilah beberapa referensi origami yang akan kamu biat. Misalnya dengan memulai dari origami yang paling mudah. Sekecil apapun kreasi yang sudah kamu hasilkan, jangan pernah untuk membuangnya. Hargai itu. Kamu akan bangga akan dengan buah karya tangan sendiri.

2. Mulailah dengan cara-cara yang sudah kamu pahami sebelumnya. Pelajari teknik melipat kertas yang sudah dipelajari sebelumnya. Bisa untuk pemula mencoba berbagai bentuk hewan, bunga atau bentuk lainnya.

3. Setelah mencoba berbagai kreasi kertas lipat, kamu bisa mencoba untuk mencoba yang lebih sulit. Tentu hal sulit membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dan ketelitian lebih dalam. Di sini kamu akan dilatih keduanya hingga origami yang kamu buat menunjukkan bentuk indahnya. Terlebih dari kertas bekas yang tidak terpakai pasti akan memiliki perbedaan dan menjadikan kertas terbut naik kelas karena mempunyai bentuk lain.

4. Untuk menutupi bentuk dari kertas bekas karena kertas bekas pasti sudah memiliki tulisan atau coretan di atas kertas tersebut, kamu bisa mewarnai kertas tersebut sesuai dengan warna kesukaanmu.

5. Nah, kreasi-kreasi unik itu bisa kamu abadikan di dalam kamar. Dengan kemasan unik agar tidak berdebu bisa dilapisi dengan plastik bening.

Sudahkah kamu mencoba kegiatan origami? Walaupun belum ada niat sepenuhnya, mungkin dengan melihat tumpukan kertas yang membuat nyamuk berdatangan, kamu bisa tertarik membuatnya. 

Read more...

Sabtu, 12 Mei 2018

Gunung Papandayan untuk Pendaki Pemula

0 komentar
Saya dan 5 teman lain di Kawah gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Indonesia.

Tinggal di Indonesia tetapi belum tahu destinasi alam yang super indah di Indonesia? Atau kamu pendaki pemula ingin tahu keindahan alam yang tersembuyi di balik gunung ini? Jika kamu pemula dalam hal mendaki, gunung Papandayan patut dicoba. Beberapa waktu lalu, saya dan 5 orang teman saya melalukan pendakian ke gunung Papandayan. Gunung Papandayan yang terletak di Garut, Jawa Barat memiliki ketinggian 2.665 meter di atas permukaan atau biasa disebut dengan mdpl. Gunung ini juga bisa dijadikan tujuan utama untuk para pemula.

Ada beberapa alasan gunung ini disebut sebagai pemula. Saat saya mendaki beberapa waktu lalu. Saya berangkat sekitar pukul 8 malam dari Jakarta hingga tiba di terminal Garut pukul 2 pagi. Bbeberapa hal harus dipersiapakan sebelum mendaki. Selain fisik yang harus disiapkan, barang-barang tertentu terkait mendaki harus selalu dipersiapkan.

Alasan pertama mendaki gunung Papandayan karena akses transportasi yang mudah.Terutama bis dari berbagai jenis nama akan tersedia di terminal, khususnya wilayah Jabodetabek. Setibanya di gunung Papandayan kamu akan menjumpai hamparan bintang di langit yang tidak akan dijumpai saat malam hari di perkotaan. Dengan tempat yang sejuk dan sunyi membuat setiap pendaki akan merasa dimanjai dengan berbagai keindahannya.

Saat melakukan pendakian sebaiknya saat pagi hari menjelang. Hal ini karena udara yang tersimpan di sekitar gunung Papandayan masih sejuk. Jika kamu tiba pagi di kaki gunung, kamu bisa menginap dan memasang tenda untuk semalam karena melakukan pendakian saat malam hari akan berdampak buruk karena pencahayaan yang kurang. Apalagi untuk kamu yang masih pemula yang tidak kuat menahan suhu dingin di kaki gunung papandayan. Sepanjang perjalanan saat memulai pendakian kamu akan disuguhi berbagai pemandangan dari hijaunya tanaman di sekeliling perjalanan. Saran dari saya, jangan lupa untuk membawa kamera, karena gambar adalah kenangan terbaik saat melakukan perjalanan. Dengan gambar tersebut kamu pun akan menjadi bagian dari keindahan alam dan mensyukuri yang sudah diberikan sang Pencipta.

 
Gambar Medan landai yang disajikan gunung Papandayan, Garut.

Alasan kedua terlihat saat saya dan teman-teman memulai pendakian. Saat mendaki yang terbayang di benak kita, hanyalah track atau akses pendakian yang curam. Tetapi saat memulai pendakian semuanya hilang karena medan yang disajikan gunung Papandayan adalah medan landai. Dari pos 1 pendakian gunung Papandayan, kawah gunung sudah mulai terlihat. Medan pendakian gunung Papandayan didominasi dengan medan yang landai. Oleh karena itu, dengan medan yang landai, pendaki pemula tidak akan menghabiskan banyak energi. Setiap pendaki yang mendaki tidak semata-mata pendaki profesional. Ada juga mereka yang memang berniat untuk berwisata hingga sampai kawah gunung Papandayan saja. Adapun keluarga yang membawa anak kecil hingga sampai kaki gunung saja. Gunung Papandayan memang bisa dikatakan objek wisata. Itu karena medan yang landai.

Di atas sudah dijelaskan bahwa jangan lupa mempersiapkan barang-barang yang pasti dibutuhkan. Terutama air. Sebagian besar atau 90% yang diri kita butuhkan adalah air. Ini adalah hal yang paling vital saat melakukan pendakian. Di gunung Papandayan persedian air dapat ditemui saat melakukan perjalanan. Air ini berasal dari mata air gunung Papandayan. Pendaki bisa mengisi air di titik-titik yang disediakan Gunung ini, yaitu di Pos Pendakian Puncak Kawah, Pos Persimpangan saat menuju Pondok Saladah. Tentunya air ini bersih dan jernih karena terus mengalir. Pondok salada merupakan tempat yang biasanya digunakan bagi pendaki untuk beristirahat.

 
Gambar arah untuk menuju ke Pondok saladah 
Saat melakukan pendakian atau jika anda sedang berada di objek wisata tentu merasakan ingin “buang air kecil atau buang air besar”. Saat melakukan pendakian, saya merasakan hal seperti itu. Pendakian dilakukan pukul 08.00 WIB hingga tiba di pondok salada pukul 12.00 WIB. Kamu pasti berpikir, mengapa cukup lama? Ini sudah menjadi hal biasa untuk pendaki pemula. Kami melewati medan yang lama karena ingin menikmati pemandangan gunung Papandayan dari berbagai sisi. Saat melakukan pendakian kamu akan disajikan 2 medan untuk sampai ke tempat camp. Pertama, jlaur untuk pendaki profesional yang memang disajikan untuk mereka yang berburu waktu saat mendaki. Kedua, medan yang tersedia yaitu medan landai. Medan ini merupakan medan dengan jarak tempuh hingga 3 sampai dengan 4 jam. Tetapi, waktu yang lama akan dibayar lunas dengan panorama tebing yang menjulang ataupun medan yang sudah kamu lalui akan terlihat dengan jelas serta kabut tebal yang melekat saat kamu sampai di camp pukul 14.00 WIB.

Saya sampai di perkemahan pukul 14.30 WIB. Mulai memasang tenda dan bersiap untuk mengisi perut. Ada hal yang perlu kamu ketahui, sebenarnya kamu tidak perlu membawa beban berat. Inilah alasan mengapa gunung Papandayan menjadi gunung untuk pemula, karena terdapat beberapa kios-kios makanan yang tersedia di area pekemahan. Mulai dari air mineral dengan harga Rp 3.000,- dan aneka gorengan bahkan mie rebus.



 
Kebersamaan saat malam hari di perkemahan gunung Papandayan 
Hal ini akan menjadi kemudahan bagi pendaki pemula yang mungkin saja memasak menjadi hambatan saat mendaki. Tetapi itu hanyalah pilihan bagi setiap pendaki. Jika ingin menikmati masakan sendiri karena sedang irit, kamu bisa memasak sendiri dengan peralatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


 
Gambar Hutan Mati, Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat.

Gambar Tegal Alun, salah satu puncak gunung Papandayan, Garut.

Pendakian ke puncak papandayan sebaiknya saat sore menjelang jika untuk pendaki yang berburu waktu. Tetapi ada beberapa dari pendaki yang tidak mendaki hingga ke punak tetapi hanya sampai hutan mati atau Tegal Alun (sebutan untuk padang bunga Edeilweis). Terlepas dari keberadaan di puncak gunung, semua pemandangan yang disajikan gunung ini akan menjadi pengalaman berharga untuk terus bersyukur.

Jangan lupa, saat mendaki bawa kembali sampah kamu. Berikan yang terbaik untuk pemandangan yang sudah diberikan Papandayan untukmu. Jangan meninggalkan bekas buruk untuknya.

Read more...

Sabtu, 05 Mei 2018

Pantai Karang Tawulan: Keindahan Alam yang Masih Perawan

0 komentar
Sumber: dokumen pribadi
Pantai merupakan daratan yang berada pada bagian perbatasan antara lautan dengan pulau. Pantai identik dengan banyak hal seperti hamparan pasir, bebatuan karang dan koral, pohon kelapa, tempat berenang dan lain sebagaianya. Indonesia merupakan negara maritim. Jadi, tak heran Indonesia memiliki banyak pantai yang indah dan menakjubkan baik yang sudah dijadikan tempat wisata maupun yang belum terjamah. 
Akibat keindahan alamnya yang menakjubkan, wisata pantai tak pernah sepi dari pengunjung. Suasana pantai seperti debur ombak, hamparan pasir, serta karang-karang yang menghiasinya secara tidak langusng menjadi senjata pemikat yang terus menarik banyak wisatawan. Berwisata ke pantai seperti telah menjadi tradisi ketika hari-hari libur telah tiba. Seperti libur lebaran, liburan sekolah, bahkan dihari-hari libur yang lainnya. Mereka seperti tidak ada bosan-bosannya untuk pergi berlibur ke pantai.
Pantai Karang Tawulan? Mungkin bagi sebagian orang nama pantai ini masih terdengar asing. Tapi siapa sangka pantai yang memiliki julukan pantai yang masih perawan ini memiliki pesona dan daya pikat luar biasa yang membuat orang-orang untuk terus kembali dan kembali untuk mengunjunginya. Dikatakan masih perawan karena pantai ini masih belum banyak orang yang mengunjunginya dan keindahannya benar-benar alami. Pantai ini bisa dikatakan salah satu pantai yang memiliki keindahan alam cukup menakjubkan yang ada di jalur selatan wilayah Jawa Barat.
Lokasi dan Rute Pantai Karang Tawulan
Pantai Karang Tawulan berlokasi di Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Jika menempuh perjalanan dari pusat Kota Tasikamalaya jaraknya sekitar 90 kilometer dan rutenya yaitu pertama bisa menggunakan rute Tasikmalaya-Karangnunggal-Cipatujah. Jika menggunakan rute pertama ini kita akan melewati objek wisata Pantai Sindangkerta dan Pamayangsari. Kedua bisa menggunkan rute Tasikmalaya-Salopa-Cikatomas-Cikalong. Kedua rute tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Jika memakai rute pertama kelebihanya yaitu memiliki akses jalan yang bagus dan kelebihannya yaitu memiliki jarak yang jauh untuk menuju Pantai Karang Tawulan. Sedangkan rute kedua kelebihannya yaitu memeliki jarak yang cukup dekat menuju Pantai Karang Tawulan dan kelemahannya yaitu akases jalannya cukup jelek. Di daerah Salopa akses jalannya cukup bagus tetapi ketika sudah sampai di daerah Cikatomas akses jalannya sedikit memprihatinkan. Banyak lubang-lubang besar dan batu kerikil yang berserakan menghiasi jalan raya daerah ini. Tapi jangan khawatir, apabila sudah sampai ke daerah Cikalong, akses jalannya sudah bagus kembali.


Suasana Keindahan Pantai Karang Tawulan



Sumber: dokumen pribadi

Ketika sudah masuk ke Pantai Karang Tawulan kita akan disambut dengan suasana alami dan sepi seperti bukan lazimnya tempat wisata. Sejauh mata memandang terlihat sejumlah karang yang menujulang tinggi diterpa gelombang laut selatan. Suara gemuruh ombak yang menggelagar telah menjadi ciri khas bagi pantai ini. Meski sesekali alunan terpaan gelombang ombak pada batu karang tersebut terdengar cukup menyeramkan.
Dari atas tebing yang dikelilingi pagar putih kita bisa melihat hamparan samudra yang luas dan membuat mata yang memandangnya enggan untuk berkedip. Dari atas tebing tersebut kita dapat leluasa untuk melihat keindahan alam yang dimiliki oleh pantai ini. Selain itu ketika sedang menikmati pemandangan alamnya kita seakan diajak untuk merenungi kehidupan. Sejanak pikiran terasa ringan terlepas dari beban. Terpaan angin dari samudra seolah telah mengambil kepenatan yang terkandung dalam pikiran.
Area Pantai Karang Tawulan ternyata cukup luas. Tidak hanya bisa melihat lautan dari atas tebing saja, kita bisa turun ke pantainya langusng dengan melewati tangga-tangga yang cukup banyak. Di tepi pantai kita kita akan banyak melihat batu-batu karang yang cukup besar serta tajam. Kita juga bisa menaiki batu karang tersebut, tetapi harus hati-hati dan jangan dengan keadaan kaki telanjang jadi harus memakai sepatu atau sandal agar kaki kita tidak tersayat atau tertusuk batu karang. Di sela-sela batu karang kita bisa menemukan umang-umang atau ketam kecil dari laut yang disukai oleh anak-anak. Kita bisa mengambilnya dengan bebas dan bisa dibawa pulang.


Sumber: dokumen pribadi
Disebelah kiri tebing terdapat pantai tanpa karang yang bisa kita nikmati untuk berenang. Gelombang ombaknya cukup kencang, kita harus hati-hati jika ingin berenang disana, sebab takut nantinya tenggelam dan terbawa oleh ombak. Jika terus menysuri pinggir pantai ini, kita akan menemukan dermaga yang saat ini pembangunannya belum selesai dan di pinggir dermaga ini ada batu besar yang menyerupai kodok. Daerah pantai ini diberi nama Batu Bangkong yang termasuk ke dalam area objek wisata Pantai Karang Tawulan.
Saat menjelang petang alam Pantai Karang Tawulan telah memberikan pemandangan yang sangat luar biasa indah. Sekawanan burung camar berarak untuk pulang menuju sarangnya di Nusa Manuk, pulau kecil di tengah laut Pantai Karang Tawulan. Panorama keindahan matahari yang tenggelam disertai kepakan sayap burung-burung camar yang melintas bagaikan pertunjukkan alam dengan akhir yang manis dan membuat orang yang menyaksikannya termangu dengan kesan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Saat menikmati panorama pantai ini secara tidak langsung alam telah mengajak kita untuk terus mengingat karunia ciptaan Tuhan yang harus selalu kita syukuri. Pantai ini mengarjakan kita untuk terus merenungi kehidupan serta mensyukuri dan menikmati indahnya karunia ciptaan Tuhan.

Suasana Perjalanan Menuju Pantai Karang Tawulan

Sumber: dokumen pribadi
Suasana perjalanan menuju ke Pantai Karang Tawulan cukup menarik untuk diceritakan. Sebelum sampai ke Karang Tawulan tidak ada salahnya kita mampir dulu ke Pantai Pangkalan untuk rehat sejenak yang berada dijalur yang sama menuju Pantai Karang Tawulan. Di sebrang pantai ini ada kawasan hutan mahoni yang cukup lebat. Pohon-pohonnya menjulang tinggi dan hijau rindangnya menyejukkan mata. Angin yang berhembus sepoi-sepoi bercampur dengan nafas pohon rindang memberikan sensasi seditkit dingin. Berada di pantai ini mata seakan terus dimanjakan dengan keindahannya hingga enggan untuk beranjak. Dengan keindahannya yang cukup menyilaukan, daerah pantai ini sangat cocok sekali untuk dijadikan spot poto yang menarik. Setelah bertanya ke penduduk sekitar, ternyata dulu kawasan pantai ini merupakan objek wisata yang setiap tahunnya ramai dikunjungi banyak orang untuk berenang. Namun sekarang sudah tidak dijadikan lagi sebagai objek wisata. Pantai tersebut telah diambil alih oleh proyek pertambangan pasir besi. Akibat adanya proyek ini, Pantai Pangkalan mengalami abrasi dan akhirnya proyek inipun diberhentikan. Meskipun mantan objek wisata yang telah dikeruk kekayaan alamnya, pantai ini masih memiliki pesona yang tetap memikat orang yang melintasinya. Tidak hanya keindahan pantai dan hutannya, pohon-pohon tinggi yang memiliki daun-daun rindang turut menghiasi sepanjang pinggiran jalannya. Akibat lengkungan dahan-dahannya yang menjorok ke jalan, selintas jalannya terlihat seperti terowongan yang teduh dengan binitk-bintik cahaya menerpa aspal jalanan. Pemandangan tersebut meninggalkan kesan yang manis sekali.


Fasilitas di Pantai Karang Tawulan

Sumber: dokumen pribadi
Fasilitas di Pantai Karang Tawulan cukup lengkap. Terdapat lahan parkir yang cukup luas, toilet yang bersih dan juga masjid yang cukup besar. Untuk tempat sampah umum masih sedikit sekali. Disamping itu terdapat gardu pandang dan beberapa gazebo di spot-spot yang strategis untuk meikmati keindahan sekitar pantai. Di beberapa lokasi ada pagar pengaman yang sudah rusak dan satu gazebo yang atapnya sudah tidak ada.
Harga tiket masuk wisata Pantai Karang Tawulan yaitu Rp 3.500 per orang dan parkir Rp 2.000 per kendaraan. Untuk penginapan di pantai ini belum tersedia. Tetapi terdapat bebrapa penginapan kecil di sepanjang jalan jalur selatan yang tidak jauh dari lokasi. Selain itu kita juga bisa berkemah di area atas Pantai Karang Tawulan.






















Read more...

Jumat, 04 Mei 2018

Guru Teladan dari Desa Cikalong

1 komentar
 
Sumber: dokumen pribadi 

Guru adalah menunjuk pada seseorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid bahkan masyarakat. Guru juga adalah suatu jabatan atau profesi yang membutuhkan keahlian khusus. Jika ingin menjadi seorang guru yang professional maka harus menguasai seluk beluk pendidikan serta mengajar dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang harus dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu. Di mata masyarakat guru adalah sosok yang berwibawa dan dihormati. Mereka percaya bahwa dengan adanya guru, anak mereka dapat dididik dan dibentuk kepribadiannya agar menjadi baik dan mempunyai intelektualitas yang tinggi. Menjadi guru itu tidak gampang, perlu adanya semangat, kesabaran, kerja keras, dan ketekunan untuk mencapainya. Seorang guru adalah pemimpin yang cara berpikir, sikap, serta perilakunya menjadi teladan bagi murid-muridnya maupun masyarakat di sekitarnya.

Desa Cikalong adalah termasuk desa yang cukup jauh dari pusat kota. Di Desa Cikalong ini ada seorang guru yang memiliki prestasi yang cukup mengesankan dan dapat menjadi inspirasi bagi calon-calon guru. Nama beliau adalah Mahbub Hadimusa Wikarta, M.Pd. Beliau pernah mendapatkan penghargaan sebagai guru teladan se-Provinsi Jawa Barat. Cara hidup beliau dapat menjadi inspirasi bagi semua orang.

Riwayat hidup Pak Mahbub yaitu beliau adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Ayah beliau bernama Enan (alm.) dan ibu beliau bernama Ramsinah (ibu alm.). Beliau berasal dari latar belakang keluarga yang sederhana. Pak Mahbub dilhairkan di Cikalong, Tasikmalaya pada tanggal 24 November tahun 1960. Riwayat pendidikan beliau yaitu pertama, beliau bersekolah di SDN Gunung Kembang, Desa Cikalong. Kedua, setelah lulus sekolah dasar beliau melanjutkan ke sekolah menegah di SMPN Cikalong. Ketiga, setelah lulus dari sekolah menegah pertama beliau melanjutkan ke sekolah menengah atas yaitu ke Sekolah Guru Olahraga (SGO). Beliau lulus dari SGO pada tahun 1979. Pendidikan beliau tidak berhenti sampai disana beliau tetap melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Beliau melanjutkan pendidikannya ke Universitas Siliwangi, mengambil program sarjana S1 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Di zaman dahulu setelah lulus dari sekolah menengah atas bisa melamar menjadi seorang guru, dan Pak Mahbub ini melamar pekerjaan menjadi seorang guru di sekolah dasar. Beliau mengajar di SDN Batuwulung, SDN 1 Cikalong, dan SDN Belendang. Saat mengenyam pendidikan di program sarjana S1 beliau sudah menikah dan dikarunia 2 anak lelaki dan 1 anak perempuan.

Beliau merupakan sosok guru yang berprestasi terutama dibidang tulis menulis. Menulis adalah hobi beliau. Karya tulis beliau telah dimuat di beberapa koran dan majalah. Pak Mahbub ini aktif juga mengikuti perlombaan-perlombaan menulis dan pernah empat kali menjadi juara nasional, yakni tiga kali dalam perlombaan menulis karya ilmiah dan satu kali dalam perlombaan menulis cerita rakyat. Beliau juga telah menerbitkan satu buku hasil karnyanya yaitu Kamus Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar 9000 Kata Baku. Dalam perlombaan menulis cerita rakyat beliau meraih juara pertama. Cerita rakyat yang diangkat yaitu cerita rakyat dari daerah Cikalong yang masih dalam bentuk lisan. Dalam proses pembuatan ceritanya beliau melakukan banyak wawancara dari narasumber-narasumber yang sudah lanjut usia. Dalam sayembarnya beliau memberikan judul untuk cerita rakyat ini yaitu dengan judul Delata Menangis. Cerita Delta Menangis ini mencaritakan tentang asal usul nama Cikalong dan Desa Kalapa Genep. Setelah membaca karya tulis beliau yang diberikan dari narasumber saat saya sedang mewawancarinya, bahasa yang digunakan beliau sangat mudah dipahami.

Setelah lulus dari program sarjana S1 dengan segala prestasi yang telah beliau raih, akhirnya beliau melanjutkan pendidikan ke program pascasarjana S2 di UPI Bandung, mengambil Konsentrasi Bahasa Indonesia dan lulus pada tahun 2002. Pendidikan program pascsarjana beliau dibiayai oleh pemerintah pusat dalam bentuk beasiswa guru teladan tahun 2000.

Cara hidup beliau patut di teladani oleh kita. Beliau adalah sosok yang mandiri. Meski sudah berkeluarga, beliau adalah sosok yang pintar membagi waktu. Beliau selalu menuliskan jadwal kegiatan yang akan ia laksanakan dan beliau tidak pernah melanggar apa yang telah ia tetapkan. Kedisiplin, keteguhan, ketekunan, dan merupakan seorang pekerja keras telah menjadikan beliau orang yang sukses dan berprestasi. Tekad beliau dalam mencari ilmu pengetahuan sangat tinggi. Beliau sangat haus akan ilmu pengetahuan dan beliau juga adalah orang yang suka membaca. Beliau telah menjadi orang yang bepengaruh di Desa Cikalong dalam bidang pendidikan. Pekerjaan akhir beliau yaitu menjadi Penilik Luar Sekolah di Desa Panca Tengah, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Beliau telah wafat pada usia 48 tahun. Tepatnya pada tanggal 19 Februari tahun 2008.

Informasi tentang kehidupan beliau saya dapatkan dari wawancara dengan adik kandung beliau yaitu bernama Haerudin, S.Pd. Pak Haerudin merupakan guru olahraga SDN Belendang di Desa Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Pak Haerudin juga sama lulusan dari Universitas Siliwangi dengan mengambil jurusan Pendidikan Jasmani. Pak Haerudin adalah adik kedua Pak Mahbub. Dari keluarga beliau hanya beliau dan Pak Haerudinlah yang melanjutkan pendidikan hingga sarjana. Sedangkan adik pertama dan ketiganya menempuh jalan yang berbeda dari mereka. Adik pertamanya menjadi seorang petani sedangkan adik ketiganya menjadi seorang pengusaha bordir di daerah Kawalu Tasikmalaya. Untuk mengenyam pendidikan yang tinggi mereka menggunakan uang dari hasil jerih payah sendiri. Semangat, tekad, serta ketekunan Pak Mahbub telah ditularkan ke adik keduanya hingga adik keduanya ini mampu menempuh pendidikan hingga lulus menjadi sarjana. Pelajaran yang dapat kita ambil dari sosok Pak Mahbub ini yaitu jika kita bersungguh-sunguh untuk mencapai sesuatu maka kita akan mendapatkannya.

Read more...

Selasa, 01 Mei 2018

Sambut Ramadan 1439 H

0 komentar
Sumber: holidays calender

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah bagi semua umat islam yang menjalankanya, oleh karena itu suasana bulan ramadan setiap tahunya tak henti-henti menjadi penghibur yang selalu ditunggu-tunggu kaum muslim di dunia. Contohnya saja beribu-ribu keutamaan dan kebaikan dengan pahala yang berlimpat ganda. Ampunan Allah bertebaran dimana-mana memenuhi setiap ruang dan tanpa mengenal batas dan waktu, bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh ingin diampuni dosa-dosanya. Akan menyadari, tidak berbuat kebaikan dan dosa-dosa akan diperhitungkan pada hari perhitungan kelak. Setiap orang yang merindukan bulan suci Ramadan sudah pasti Allah akan mengangkat derajat orang tersebut.

Bulan ramadhan dianjurkan sekali untuk sering-sering beribadah karena nilai ibadah kita perbuat akan dilipat gandakan. Seperti pelaksanaan salat sunah yang apabila dilaksanakan di bulan ramadhan akan mempunyai nilai pahala yang berlimpat ganda, salat wajib apabila dilaksanakan akan mendapat pahala sebanyak tujuh puluh kali dari yang biasanya. Selain itu, berbeda dari bulan biasanya keadaan masjid jika dibandingkan pada saat bulan Ramadan dan bulan yang lain akan sangat berbeda. Pada hari-hari biasa, masjid sangat jarang dikunjungi untuk melaksakan salat berjamaah namun dibulan ramadan akan sangat berbeda, yakni sangat banyak sekali orang datang untuk salat berjamaah ke masjid. Kemudian salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan dan keberkahan besar dari bulan ramadhan adalah yakni melalui sedekah terhadap orang yang tidak mampu. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah saat bulan ramadhan dan demikian lah sepatutnya akhlak seorang mukmin.

Hendaknya seorang muslim khawatir, jika tidak ada perasaan gembira pada saat akan datangnya Ramadan. Perasaan biasa-biasa saja dan tidak ada hal yang istimewa. Orang seperti itu tidak akan mendapatkan kebaikan yang banyak. Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58). Dan hadis Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan, Kabar gembira bagi hamba Allah yang shalih dengan datangnya Ramadhan. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi kabar kepada para sahabatnya radhiallahu ‘anhum mengenai datangnya Ramadan. Ini bukan sekedar kabar semata, tetapi maknanya adalah bergembira dengan datangnya momen yang agung”. Jadi sudah jelas, sambutlah Ramadan dengan hati yang lapang dan penuh kegembiraan.

Seseorang akan menjadi tenang ketika menjalankan puasa dengan khusyuk, sehingga bulan Ramadan yang sangat penuh berkah akan menjadi suatu momen atau suasana yang indah terutama bagi umatnya yaitu umat yang beragama islam. Sayang sekali momen indah tidak akan terjadi jika tidak mendekatkan diri kepada Allah, karena barang siapa yang menjalankan puasa dan hal yang baik dibulan ramadan akan diberkahi selama hidupnya. Sebenarnaya bulan Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh berkah. Meskipun perut dalam keadaan kosong dan bibir kering, akan tetapi kehidupan yang tentram, hidupnya hati, hidupnya kemenangan, dan dapat menahan hawa nafsu. Maka barang siapa yang dapat mengalahkan hawa nafsunya maka akan mampu mengalahkan musuh. Ramadan adalah hidupnya hubungan yang erat dan kepercayaan kepada Allah. Maka ramadhan akan menjadi lebih indah dan menjadi bulan yang mulia jika menjalankan nilai-nilai keagamaan yang dapat membangunkan perasaan dan memberikan pengaruh ketenangan dalam hati setiap orang.

Amalan-amalan yang baik saat menyambut bulan suci Ramadan, pertama amalan hati, ketika menyambut Ramadan hati harus lapang dan gembira, begitu sangat mulianya bulan Ramadan sehingga menyambutnya saja akan selamat dari api neraka. Kedua berziarah, mengirim doa dan bertawasul untuk orang-orang yang sudah meninggal dunia agar mereka diberi keselamatan. Ketiga saling memaafkan, sebelum memasuki bulan suci Ramadan sebaiknya memberesihkan diri terlebih dahulu, saling memaafkan sesama umat muslim terutama keluarga, teman-teman, dan orang-orang terdekat. Kempat berbagi, berbagi rejeki yang kita dapatkan dengan orang-orang yang membutuhkan, seperti memberi makanan dan pakaian ke panti asuhan, panti jompo, anak jalanan, dan orang-orang yang berkebutuhan khusus. Selain itu memberesihkan musola dan rumah pun sangat dianjurkan.

Berbagai kegiatan yang biasa dilakukan pada saat bulan suci Ramadan seperti lomba pidato, loba azan, lomba kali gerapi, lomba salawat, lomba kosidah, dan membaca al-quran yang diadakan disetiap diniah atau madrasah. Sedangkan yang biasa dilakukan organisasi-organisasi tertentu biasanya mengadakan ngabuburit bersama, buka puasa bersama, membagikan takjil, salat berjamaah setelah berbuka dan melakukan kegitan-giatan sosial untuk membantu mengurangi beban sesama. Semua kegitan dilakukan agar mendapatkan rido Allah, mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Oleh karena itu bulan suci Ramadan adalah suasana bulan yang penuh kegembiraan, ketaatan, bulan yang penuh keindahan yang menjadi bekal kekuatan, dan bulan yang dapat menyejukan hati dan pikiran. Maka sambutlah bulan suci dengan rasa gembira dan isilah dengan amalan-amalan baik, kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk semua orang. Janganlah menjadi manusia yang rugi, hanya mendapatkan pahala dari menahan rasa lapar dan haus saja selama puasa, akan tetapi mendapatkan pahala dari kuat menahan hawa nafsu dari bergai problem kehidupan yang berubah-ubah dan tidak menentu.
Read more...

Kamis, 26 April 2018

Pengalaman Berkesan di Pangandaran

0 komentar

 
Koleksi Pribadi
Debur ombak memecah kesunyian di malam itu bak sebuah hidangan untuk menyambut kedatangan kami di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, setelah menempuh perjalanan lebih kurang 5 jam. Perjalanan kami dilakukan dalam rangka mengisi kekosongan waktu sebelum dilaksanakannya kegiatan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Mandalawangi, Salopa. Kami memutuskan untuk berwisata ke salah satu pantai yang sudah banyak dikunjungi wisatawan asing maupun lokal yang berlokasi di daerah Pangandaran.

Setelah tiba di Pangandaran, malam harinya terlebih dahulu kami mencari penginapan untuk satu hari satu malam. Kami beristirahat di salah satu penginapan yang berlokasi di Pantai Barat. Di sana kami menemui banyak keluarga satu universitas yang kebetulan mereka juga mengisi kekosongan waktu kegiatan KKN untuk berwisata di Pangandaran.

Disela-sela waktu yang ada, kami saling bertukar pendapat atau bermusyawarah untuk menentukan tempat mana saja dan wahana apa saja yang akan kami kunjungi esok hari. Kami menyesuaikan tempat dan wahana yang diinginkan dengan bujet yang telah disiapkan. Setelah semuanya selesai, kami pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat yang cukup agar esok tidak bangun terlalu siang.

Keesokan paginya, kami langsung mengunjungi pantai yang tak jauh dari penginapan. Di pantai tersebut kami mengabadikannya dengan mengambil beberapa foto diiringi dengan canda tawa dan senda gurau dari teman-teman. Kebahagiaan kami tak luput disuguhi dengan mentari pagi yang menyejukkan hati. Selain itu, para nelayan pun sudah mulai mendorong perahunya ke tengah laut dengan kobaran asa yang meluap-luap hanya untuk mendapatkan sebagian rezeki dari yang Maha Pemurah, yang telah menyebarkannya ke lautan.
Koleksi Pribadi
Kami isi perut yang sudah mulai keroncongan dengan sarapan sederhana. Mungkin karena kurang matangnya persiapan, untuk sarapan pun kami merasa kesulitan sehingga harus bolak-balik kesana-kemari hanya untuk mengisi perut yang kosong dengan makanan. Setelah sekian lama mencari, akhirnya kami menemukan tempat makan di Pantai Timur. Bersantaplah kami di tempat tersebut dengan lahapnya.

Kami tengadah melihat mentari yang mulai tak malu menunjukkan teriknya. Kami pun bergegas mengunjungi salah satu wisata yang akan menyesal jika tidak dikunjung. Tempatnya pun masih terbilang sederhana dan asri dengan hamparan pasir putih cukup luas yang ditumbuhi pepohonan rindang dengan monyet-monyet yang menempatinya. Selain itu, tidak jauh dari bibir pantainya pun kini telah disuguhi dengan kapal yang tak lama ini sengaja diledakkan oleh Menteri Kelautan karena merupakan sebuah kapal yang beroperasi secara ilegal. Walaupun sudah diledakkan, bangkai kapal tersebut masih tetap bagus untuk diambil gambarnya. Sehingga banyak sekali pengunjung yang mengabadikan panorama laut yang tersaji dengan memanfaatkan bangkai kapal tersebut latar belakangnya. Pantai tersebut diberi nama Pantai Pasir Putih.
Koleksi Pribadi

Pantai Pasir Putih merupakan salah satu pantai yang bisa dikatakan sebagai pantai yang paling banyak diminati oleh pengunjung. Di lokasi ini, terumbu karangnya masih terjaga, sehingga pengelola pantai memanfaatkannya dengan menyewakan alat-alat menyelam bagi mereka yang ingin melihat pemandangan di dalam laut. Jika pengunjung ingin berenang, tentunya diperbolehkan karena dasar pantainya landai. Pengelola pantai pun menyediakan pelampung untuk disewakan kepada pengunjung.

Pantai Pasir Putih dapat disinggahi menggunakan dua alternatif, yaitu berjalan kaki dan menaiki perahu yang disediakan oleh pengelola pantai. Pada saat itu, kami sepakat untuk mencoba menggunakan perahu agar sampai di Pantai Pasir Putih. Tarif yang ditawarkan oleh penyedia jasa pun cukup terjangkau. Sehingga dengan mudah kami dapat menyetujuinya.
Koleksi Pribadi

Puas berenang di Pantai Pasir Putih, kami memutuskan untuk kembali dan berpindah ke tempat lain. Tidak jauh dari Pantai Pasir Putih, ada wahana atau permainan yang menarik untuk dicoba. Wahana yang disediakan oleh pengelola pantai sejenis banana boat. Sebelum menaikinya, kami dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok mencoba wahana yang berbeda. Kami mencoba wahana bergantian. Tak lupa kami mengenakan pelampung, meskipun kami memutuskan untuk tidak dilempar atau dijatuhkan di tengah laut. Oleh pengendali boat kami diajak keliling lautan dengan jarak yang cukup jauh dari bibir pantai. Pada awalnya kami dibawa dengan kecepatan atau kendali yang sedang, namun lama kelamaan kecepatan pun mulai meningkat, sontak kami pun menjerit ketakutan. Ketakutan tersebut disertai tawa dari teman-teman yang ikut merasakan atau menaiki wahana pada saat itu. Pengendali boat seakan-akan tidak menghiraukan reaksi kami terhadap sesuatu yang ia lakukan. Dia hanya tersenyum dan tertawa lepas seraya memegang alat kendali.

Menaiki wahana semacam banana boat merupakan pengalaman pertama bagi sebagian orang dalam kelompok kami. Bahkan, ada seorang teman kami yang trauma terhadap air laut. Sehingga sesaat setelah turun dari wahana, tubuhnya merasa kesakitan dan kami pun mencoba untuk menenangkannya.

Di bawah terik matahari, angin menderu kencang. Namun, sejuk air laut menggulung terpecah di bibir pantai. Sebelum pulang ke penginapan untuk membersihkan diri dan bersitirahat, kami menulusuri pinggir pantai dengan berjalan kaki. Melesat melintasi pasir pantai putih dan mulus yang sesekali disapu ombak, di sana kami sungguh merasakan kedamaian serta jauh dari beban-benan pikiran yang selama ini sering menyelimuti. Di sini, tak ada satu orang pun yang berwajah muram. Semua orang tertawa lebar disertai semilir angin yang mampu memberikan kesejukan dan rasa damai. Semua orang merasakan kebahagiaan di tempat indah yang telah Tuhan ciptakan ini. Letih karena perjalanan yang memakan waktu cukup lama pun terbayar lunas dengan keindahan panorama pantai yang ada di Pangandaran.

Perjalanan kami untuk mengunjungi tempat wisata dan mencoba wahana yang ada di Pantai Pangandaran rupanya sudah menghabiskan waktu sebanyak 5 jam. Kami pun memutuskan untuk membersihkan diri dan kembali ke penginapan menggunakan mobil yang digunakan untuk berwisata. Setelah itu, kami membereskan barang bawaan karena sudah waktunya untuk meninggalkan penginapan dan kembali ke Salopa karena besok hari kami sudah harus menjalankan aktivitas kembali.

Kami tak sempat untuk melihat sunset di Pantai Pangandaran karena waktu yang terbatas. Namun, rasanya belum puas berwisata ke Pangandaran jika tak menikmati santapan lautnya. Oleh sebab itu, sebelum kembali ke Salopa kami menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu restoran yang cukup terkenal di Pangandaran dengan tujuan mengisi perut yang sudah mengetahui saatnya makan siang. Hidangan seafood pun kami pesan dan santap dengan lahap.

Kulit yang berubah menjadi hitam tak masalah bagi kami. Dari perjalanan ini kami pun belajar bahwa pengalaman yang indah itu harus dicari dan diciptakan sendiri. Jika ada waktu senggang manfaatkanlah untuk me-refresh tubuh dan pikiran agar tidak letih dan penat dengan segala aktivitas yang ada.
Read more...

Selasa, 24 April 2018

Gagal dalam Berhijrah

0 komentar

Sumber: pintuilmuyoga.wordpress.com
Banyak orang yang menyatakan bahwa dirinya ingin berhijrah. Dalam proses hijrahnya pun kerap menemui hambatan. Terlebih dahulu, perlu diketahui bahwa hijrah merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang mampu merubah tingkah laku atau wataknya menuju arah yang lebih baik. Perpindahan dari hal-hal negatif menuju sesuatu yang positif, baik dalam bertindak, berlisan atau bahkan berpikir, itu bisa dikatakan berhijrah.

Sudah hal yang pasti, ada sebagian orang yang berhasil dan ada juga yang masih gagal dalam berhijrah. Berbagai faktor mampu menjadi penyebab kegagalan seseorang dalam berhijrah, baik itu faktor eksternal maupun internal. Oleh sebab itu, kiranya perlu diperhatikan hal-hal yang dapat mempermudah atau memperlancar proses hijrah seseorang.

Di zaman serba modern yang tak lekang oleh berbagai ujian ini, berhijrah sudah menjadi hal yang lumrah untuk dilakukan. Untuk mengantisipasi hambatan yang menghampiri, seseorang yang berhijrah harus mampu mempersiapkan segalanya dengan matang.



Berikut kiat-kiat dalam berhijrah agar tidak dihantui dengan kegagalan.

1. Berniat ikhlas ketika hijrah

Niat yang didasari dengan tulus hati insyaallah mampu menjadi pondasi awal dalam melakukan segala hal, misalnya berhijrah. Hijrahnya seseorang bukan karena kepentingan dunia semata, tetapi ikhlas karena Allah swt. Keikhlasan tersebut pasti mampu menjadi penghantar muhajir untuk mendapatkan sesuatu sesuai dengan niat yang menjadikannya harapan dalam berhijrah. Sebagaimana diketahui bahwa segala sesuatu yang ingin dilakukan itu tergantung seberapa kuat niat yang ada.

2. Segera mencari lingkungan yang baik dan sahabat yang saleh

Terkadang niat kita sudah tulus dan keinginan sudah kuat untuk menjadi lebih baik, tetapi susah sekali untuk memulainya. Oleh sebab itu, berhati-hatilah karena mungkin saja lingkungan maupun teman-teman kita yang kurang mendukung Salah satu hal yang mampu menyukseskan proses berhijrah yaitu mencari dan memilih teman maupun sahabat yang mengajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. dan saling memberi nasihat serta mengingatkan. Berkumpullah dengan orang-orang yang berperangai baik. Insyaallah akan ada kemudahan untuk jalan hijrah kita dan Allah karuniakan hidayah-Nya.

Allah swt. berfirman dalam surat At-Taubah ayat 119, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)”. Firman Allah tersebut harus menjadi pegangan bagi seseorang dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan ujian ini, baik dalam urusan agama maupun kehidupan sosial. Berhubungan baiklah dengan orang-orang yang berperilaku jujur dan saleh dalam kesehariannya. Atas izin Allah swt. seseorang yang berteman dengan orang-orang yang saleh akan ikut terbawa juga ke dalam hal-hal yang positif.

3. Kuatkan fondasi ketauhidan dan akidah dengan syahadat

Jika kita ingin terus berada dalam agama ini, yang harus diperhatikan pertama kali yaitu rukun Islam yang pertama (dua kalimat syahadat). Syahadat merupakan dasar dalam agama. Kalimat ini tidak sekadar diucapkan, tetapi mengandung makna yang perlu dipelajari secara lebih mendalam. Ketika kita sudah bersaksi bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, itu artinya kita juga mengikrarkan untuk tidak akan menambah sesembahan lai atau sekutu bagi Allah swt. serta taat kepada perintah dan ajaran yang dibawa oleh utusan-Nya, Nabi Muhammad saw.

Allah swt. menjelaskan di dalam alquran bahwa kalimat syahadat akan mampu meneguhkan seorang muslim untuk kehidupan dunia dan akhirat jika sungguh-sungguh mempelajari atau memahami dan mengamalkannya. Firman tersebut bermakna: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat;....”. (QS. Ibrahim: 27)

Maksud dari Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh... sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis, yang artinya: “Jika seorang muslim ditanya di dalam kubur, lalu ia berikrar bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka inilah tafsir ayat: ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat’”. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Mempelajari alquran dan mengamalkannya

Allah swt. menyebutkan, bahwasanya salah satu alasan kitab suci umat Islam diturunkan ialah untuk meneguhkan keimanan orang-orang yang sudah beriman serta menjadi petunjuk bagi mereka.

“Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan alquran itu dari Rabb­-mu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.” (QS. An-Nahl: 102)

Sudah hal yan pasti, bahwa alquran merupakan petunjuk bagi kehidupan di dunia agar selamat dunia dan akhirat. Analoginya seperti ini, seseorang yang hendak pergi ke suatu tempat, tentu memerlukan petunjuk dan arahan berupa peta serta penunjuk jalan. Jika ia tidak menggunakannya, tentu ia akan tersesat dan tidak akan sampai ke tempat yang dituju. Oleh sebab itu, pelajari atau pahami dan amalkanlah Alquran sebagaimana mestinya. Gunakanlah alquran sebagai penerang maupun petunjuk dalam mengarungi kehidupan ini agar dapat mempermudah dalam berhijrah menuju sesuatu yang lebih baik lagi.

5. Berusaha istikamah dalam beramal meski sedikit

Beramallah sebagai buah ilmu. Amal adalah tujuan kita berilmu, bukan wawasan semata, karenanya manusia diperintahkan agar terus beramal meskipun sedikit. Allah swt. tidak melihat seberapa besar sedekah yang diberikan, melainkan seberapa sering seorang hamba itu mengeluarkan atau memberikan rezeki kepada yang lebih membutuhkan. Besar atau kecil bukan menjadi sebuah ukuran.

6. Perbanyak berdoa dan memohon keistikamahan serta keikhlasan

Doa merupakan kunci segala sesuatu. Sudah semestinya seseorang tidak lupa untuk berdoa kepada Allah swt. agar tetap beristikamah dan ikhlas dalam setiap pekerjaan baik yang dilakukan. Salah satunya istikamah dan ikhlas dalam merubah sikap maupun perilaku yang negatif menjadi hal yang positif.



Read more...

Senin, 16 April 2018

Wayang Kila Mengulas Sejarah Lakbok

0 komentar
Sumber: google.com


Nama ‘Lakbok’ mungkin masih asing di sebagian telinga masyarakat luar Ciamis. Lakbok merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat bagian Timur, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Lakbok memiliki 10 desa, diantaranya Desa Baregbeg, Desa Cintajaya, Desa Cintaratu, Desa Kalapasawit, Desa Kertajaya, Desa Puloerang, Desa Sidaharja, Desa Sindangangin, Desa Sukanagara, dan Desa Tambakerja. Nama Lakbok ini sering diartikan oleh masyarakat Ciamis yaitu “Bisa melak tapi teu bisa ngalebok”. Konon karena dahulu Lakbok sering banjir sehingga apa yang mereka tanam tidak bisa mereka panen.
Pada sekitar tahun 1920-an Lakbok merupakan kawasan luas yang terdiri atas rimba lebat dan hamparan lahan yang selalu digenangi air. Tempat tersebut menjadi habitat hewan-hewan buas. Meski demikian, di wilayah lakbok sebenarnya terdapat berbagai lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian. Kawasan tersebut awalnya berada di bawah pemerintahan Kabupaten Sukapura (yang pada tahun 1931 berubah menjadi Tasikmalaya). Inisiatif pembukaan kawasan lakbok berasal dari Dalem R.A.A. Wiratanuningrat, bupati Sukapura (Tasikmalaya) ke-14 yang berkuasa pada tahun 1908-1937. Bupati selalu melakukan survey sebelum ia melakukan tindakan. Pembukaan kawasan dimulai dengan pengeringan rawa-rawa. Selanjutnya diadakan pembuatan selokan kecil untuk mengalirkan air genangan ke wilayah cilacap.
Tahun 1926 Dalem R.A.A. Wiratanuningrat mendapat laporan bahwa pohon-pohon di kawasan hutan lakbok ditebang secara illegal oleh masyarakat, padahal kawasan tersebut adalah kawasan hutan Negara. Akhirnya Dalem R.A.A. Wiratanuningrat melakukan langkah yang bijaksana dan mendapat tanggapan baik dari masyarakat Lakbok. Masyarakat yang tadinya takut mendapat hukuman, akhirnya beramai-ramai mengajukan izin pengelolaan tanah Negara. Beberapa waktu kemudian tanah tersebut menjadi hak milik penggarap dan dikenal dengan tanah ‘Cap Singa’. Kabar tentang tanah tersebut menyebar sampai ke Jawa Tengah, dan perlahan banyak masyarakat yang menduduki wilayah lakbok.
Di tengah-tengah mulai padatnya penduduk yang mendiami wilayah Lakbok, tiba-tiba terdengar kabar bahwa tiga orang terluka di wilayah Hutan Cimadang. Seeekor harimau yang diduga terdesak tempat hidupnya dan tersesat di hutan yang salah menyerang penduduk. Akhirnya Camat Padaherang mengerahkan semua warganya untuk menangkap harimau tersebut. Berbgai cara dilakukan oleh warga, seperti membuat bunyi-bunyian keras yaitu kentongan dan sorak-sorai untuk menakuti sang raja hutan. Harimau tersebut pun keluar menampakkan dirinya dari persembunyiannya. Warga langsung mengepung dan harimau tersebut tewas di tangan para warga.
Kegembiraan warga terlihat, warga membawa bangkai harimau tersebut dan diarak keliling kampong untuk membuktikan bahwa harimau yang memakan korban itu telah mati. Rombongan pembawa bangkai harimau juga diiringi tabuhan kesenian ‘dog-dog’. Sorak-sorai rombongan juga melengkapi acara tersebut. Kisah perburuan harimau ini tercantum dalam naskah “Ngabukbak Lakbok” karya R. Muh. Sabri Wiraatmadja yang isinya menggunakan versi Bahasa Sunda.
Suatu hari Bupati Ciamis menyatakan kepada para warga yang telah memiliki hak tanah, harus mematuhi beberapa aturan yang telah dibuat jika ingin memiliki hak tanah tersebut, yaitu harus menyesuaikan diri dengan adat istiadat orang Sunda, tanah yang sudah menjadi hak milik tidak boleh dijual dan harus dipelihara, dan mereka harus menjadi petani yang rajin dan taat pada hukum negara. Kehidupan masyarakat lakbok pun perlahan membuahkan hasil terutama di bidang pertanian. Mereka melakukan acara kenduri dan selamatan.sebagai ucapan syukur.
Selain keberhasilan Bupati R.A.A. Wiratanuningrat dalam membangun lakbok, beliau juga dikenal masyarakat sebagai orang memiliki kelebihan yaitu memounyai hubungan khusus dengan roh halus yang disebut Onom dan sering didatangi banyak orang untuk ajang ngalap berkah. Bentuk hubungan khusu ini misalnya ketika ada acara hajat di pendopo, bupati selalu memberikan hidangan khusus yang ditutupi daun pohon kelapa, letaknya di sebuah ruangan belakang pendopo Ciamis. Hubungan Onom dengan Bupati Ciamis dan keturunannya terus berlangsung dan menjadi bagian kepercayaan masyarakat Ciamis. Onom seolah menjadi simbol magis bagi sebagian warga Ciamis.
Dibalik kisah tentang Onom, ternyata salah satu kecamatan di Ciamis ini yaitu Kecamatan Lakbok memiliki banyak kesenian, baik Kesenian Tradisional Sunda maupun Kesenian Tradisional Jawa, hal ini karena letaknya yang geografis. Kesenian tersebut diantaranya Tari Jaipong, Angklung, Calung, Ebeg (Kuda Lumping), dan Ketoprak. Namun ada kesenian yang menjadi tradisi tahunan dan merupakan warisan, yang harus dijaga dan dikembangkan oleh semua masyarakat Indonesia khsususnya masyarakat Lakbok yaitu Wayang Kila (Kidung Lakbok). Tradisi tahunan dilaksanakan dalam acara ruwatan.
Wayang Kila pertama kali dipentaskan pada hari Minggu, 15 November 2015, bertempat di Lapangan Desa Sukanagara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Pementasan wayang tersebut dipimpin oleh Ki Dalang Dian Herdiana. Wayang Kila ini memiliki dua pertunjukan, yaitu sebagai acara pembukaan peristiwa sakral sebagai bentuk persembahan budaya kepada Sangyang Asri (Nyi Pohaci) dan pertunjukan pengiring untuk acara atau prosesi. Selain itu, Wayang Kila memiliki beberapa unsur yaitu: pertama boneka terbuat dari jerami, kedua yang memainkan wayang adalah dalang dan menyanyikan lagu-lagu khas lakbok, ketiga adanya barongan hewan yang ada hubungannya dengan nasi dan terbuat dari jerami, dan yang keempat musik pengiringnya menggunakan kokoplak, bangbaraan, drum, dan suara para pemain (ngabeluk dan kawih).
Pertunjukan Wayang Kila menceritakan tentang sejarah Kecamatan Lakbok. Dalang selalu memerankan tokoh Sanghyang Dewi Sri, yang dalam artian Sri adalah padi. Cerita ini mengingatkkan bahwa Lakbok dahulunya adalah kerajaan yang mempunyai tanah yang subur dan makmur. Hamparan sawahnya yang luas dan tanahnya yang subur, kini menjadikan lakbok dikenal sebagai lumbung padi Kabupaten Ciamis.




Read more...

Sabtu, 14 April 2018

Profil Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf

1 komentar

Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf adalah seorang ulama yang menyiarkan islam dengan ciri khas lantunan sholawatnya. Beliau lahir di Solo, 20 September 1961. Sekarang bertempat tinggal di Jalan KH. Mudzakir, Gang Bengawan Solo VI, No 12 Semanggi Kidul, Kota Solo. Habib Syech adalah putra dari pasangan Al Habib Abdulqadir bin Abdurrahman Assegaf dan Syarifah Bustan Al Qadiri. Ayahnya adalah seorang tokoh alim dan tawadhu sebagai imam Masjid Jamie Assegaf di Pasar Kliwon Solo. Al Habib Abdulqadir bin Abdurrahman Assegaf mempunyai 16 putra salah satunya adalah Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Sayyidah binti Hasan al Habsyi merupakan istri dari Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Beliau dikaruniai 5 orang anak yaitu Fathimatah Az Zahro, Muh. Al Baqir, Umar, Toha, dan Abu Bakar.

Habib Syech memulai pendidikannya yaitu langsung dari ayahnya yang sekaligus guru besarnya. Mengutip dari Majalah Langitan, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf menjelaskan bahwa orang yang menginspirasi dalam hidupnya adalah ayah dan ibunya sendiri. Semasa kecil Habib Syech tidak pernah bermukim di pondok pesantren. Pendidikan Habib Syech lebih terjun ke masyarakat langsung melalui majelis taklim di masjid-masjid, terutama Masjid Assegaf. Setiap habis magrib, beliau selalu istiqomah mengikuti halaqah keilmuan, belajar al-Quran, dan berdzikir bersama ayahnya. Di masjid itu pula Habib Syech mengabdi, membersihkan masjid, menyapu dan mengepel lantai masjid. Hingga suatu ketika, ayahanda Habib Syech meninggal dunia dalam keadaan sujud pada saat melaksanakan shalat jumat.

Selain pendidikan dari ayahnya, beliau juga mendapat lanjutan pendidikan dari pamannya yaitu Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf. Habib Ahmad adalah sosok yang berjasa membangun mental Habib Syech pada masa kecil. Pendidikan yang diberikan Habib Ahmad kepada Habib Syech sangat berkesan, karena Habib Syech selalu di caci dan disalahkan meskipun Habib Syech tidak melakukan kesalahan. Tetapi semua itu dilakukan pamannya dengan tujuan supaya Habib Syech menjadi pribadi yang sabar dan teguh pendirian. Habib Syech juga mendapat pendidikan dari Alm. Al-Imam, dan Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi).

Seiring berjalannya waktu, berkat keistiqomahan serta penyampaian dakwah Habib Syech yang sederhana dan mudah dipahami, hingga saat ini terdapat ribuan jamaah yang bergabung dalam Majelis Ahbabul Mustofa. Majelis ini berdiri pada tahun 1998 di Kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror, Habib mengajak umat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta terhadap Rosululloh saw lewat pengajian dan sholawat. Setiap acara pengajian yang beliau isi, selalu diawali dengan gema shalawat dari Ahbabul Musthofa. Setelah itu baru pengajian disampaikan langsung oleh beliau. Selain penyampaian dakwahnya yang mudah dipahami, Habib Syech membius para jamaahnya tenggelam dalam lantunan shalawat. Semua menghayati, meresapi, dan mendambakan syafaat Raosululloh Saw.

Ketika Habib Syech Abdul Qadir Assegaf mengisi acara ulang tahun ke-471 Kota Semarang ribuan jamaah mengenakan baju berwarna putih dan berpeci. Mereka meadati Balai Kota hingga luar pintu gerbang. Kemudian Habib Syech dinobatkan sebagai penggerak sholawat dan nasionalisme oleh Wali Kota Semarang bersama PCNU. Wali Kota Semarang memberikan penghargaan kepada Habib Syech Abdul Qadir Assegaf karena melihat perjuangan Habib yang sukses keliling Indonesia dan luar negeri. (TribunJateng.com)

Lagu sholawat Habib Syech Abdul Qadir Assegaf tergolong unik. Beliau mengaransemen ulang dari kitab sholawat yang berisikan sekitar 500-an syair. Habib Syech Abdul Qadir Assegaf mampu mengaransemen lagu sholawat dengan indah dan sesuai harapan jamaah. Sampai saat ini Habib Syech mempunyai 13 album sholawat yaitu Qasidah Pilihan vol.1 1 (2004), Qasidah Pilihan vol. 2 (2005), Qasidah Pilihan vol. 3 (2006), Qasidah Pilihan vol. 4 (2007), Qasidah Pilihan vol. 5 (2008), Qasidah Pilihan vol. 6 (2009), Qasidah Pilihan vol. 7 (2011), Qasidah Pilihan vol. 8 (2012), Qasidah Pilihan vol. 9 (2013), The Best Sholawat (2004), Untaian Nada Rindu Al Mustofa (2015), Qasidah Terpopuler (2017), dan Tholama ASyku (2017). Sholawat-sholawat Habib Syech Abdul Qadir Assegaf diantaranya berjudul Alangkah Indahnya, Birosulillah Wal Badawi, Inna Fil Jannati, Pepali Ki Ageng Selo, Sholatulloh, Ya Immamarusli, Al-Madad, Al-Itirof, Kisah Arrosul, Lir-Ilir, Padang Bulan, dan Showalat Kawakib. Di dalam lagu-lagu sholawat Habib Syech tidak selalu menggunakan Bahasa Arab. Ada beberapa lagu yang menggunakan Bahasa Indonesia bahkan Bahasa Jawa. Dengan adanya variasi bahasa tersebut sholawat Habib Syech lebih mengena dan pesan yang ada mudah tersampaikan. Musik yang digunakan juga terdapat dua macam yaitu musik rebana dan musik modern.

Habib Syech Abdul Qadir Assegaf rutin mengadakan acara sholawatan di kediamannya setiap Rabu malam dan Sabtu malam ba’da isya. Pengajian rutin yang diadakan Ahbabul Mustofa terdapat di 6 daerah yaitu Purwodadi (malam Sabtu Kliwon) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi, Kudus (malam Rabu Pahing) di halaman Masjid Agung Kudus, Jepara (malam Sabtu Legi) di halaman Masjid Agung Jepara, Sragen (malam Minggu Pahing) di Masjid Assakinah Puro Asri – Sragen, Jogja (malam Jumat Pahing) di halaman Pondok Pesantren Minhajuttamyiz – Timoho (belakang kampus IAIN), dan Solo (malam Minggu Legi) di halaman Masjid Agung Surakarta.

Read more...
 
Jurnalis Muda © DKP (Mala) - 2018