Pages

Banner 468 x 60px

 
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2018

Sambut Ramadan 1439 H

0 komentar
Sumber: holidays calender

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah bagi semua umat islam yang menjalankanya, oleh karena itu suasana bulan ramadan setiap tahunya tak henti-henti menjadi penghibur yang selalu ditunggu-tunggu kaum muslim di dunia. Contohnya saja beribu-ribu keutamaan dan kebaikan dengan pahala yang berlimpat ganda. Ampunan Allah bertebaran dimana-mana memenuhi setiap ruang dan tanpa mengenal batas dan waktu, bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh ingin diampuni dosa-dosanya. Akan menyadari, tidak berbuat kebaikan dan dosa-dosa akan diperhitungkan pada hari perhitungan kelak. Setiap orang yang merindukan bulan suci Ramadan sudah pasti Allah akan mengangkat derajat orang tersebut.

Bulan ramadhan dianjurkan sekali untuk sering-sering beribadah karena nilai ibadah kita perbuat akan dilipat gandakan. Seperti pelaksanaan salat sunah yang apabila dilaksanakan di bulan ramadhan akan mempunyai nilai pahala yang berlimpat ganda, salat wajib apabila dilaksanakan akan mendapat pahala sebanyak tujuh puluh kali dari yang biasanya. Selain itu, berbeda dari bulan biasanya keadaan masjid jika dibandingkan pada saat bulan Ramadan dan bulan yang lain akan sangat berbeda. Pada hari-hari biasa, masjid sangat jarang dikunjungi untuk melaksakan salat berjamaah namun dibulan ramadan akan sangat berbeda, yakni sangat banyak sekali orang datang untuk salat berjamaah ke masjid. Kemudian salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan dan keberkahan besar dari bulan ramadhan adalah yakni melalui sedekah terhadap orang yang tidak mampu. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah saat bulan ramadhan dan demikian lah sepatutnya akhlak seorang mukmin.

Hendaknya seorang muslim khawatir, jika tidak ada perasaan gembira pada saat akan datangnya Ramadan. Perasaan biasa-biasa saja dan tidak ada hal yang istimewa. Orang seperti itu tidak akan mendapatkan kebaikan yang banyak. Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58). Dan hadis Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan, Kabar gembira bagi hamba Allah yang shalih dengan datangnya Ramadhan. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi kabar kepada para sahabatnya radhiallahu ‘anhum mengenai datangnya Ramadan. Ini bukan sekedar kabar semata, tetapi maknanya adalah bergembira dengan datangnya momen yang agung”. Jadi sudah jelas, sambutlah Ramadan dengan hati yang lapang dan penuh kegembiraan.

Seseorang akan menjadi tenang ketika menjalankan puasa dengan khusyuk, sehingga bulan Ramadan yang sangat penuh berkah akan menjadi suatu momen atau suasana yang indah terutama bagi umatnya yaitu umat yang beragama islam. Sayang sekali momen indah tidak akan terjadi jika tidak mendekatkan diri kepada Allah, karena barang siapa yang menjalankan puasa dan hal yang baik dibulan ramadan akan diberkahi selama hidupnya. Sebenarnaya bulan Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh berkah. Meskipun perut dalam keadaan kosong dan bibir kering, akan tetapi kehidupan yang tentram, hidupnya hati, hidupnya kemenangan, dan dapat menahan hawa nafsu. Maka barang siapa yang dapat mengalahkan hawa nafsunya maka akan mampu mengalahkan musuh. Ramadan adalah hidupnya hubungan yang erat dan kepercayaan kepada Allah. Maka ramadhan akan menjadi lebih indah dan menjadi bulan yang mulia jika menjalankan nilai-nilai keagamaan yang dapat membangunkan perasaan dan memberikan pengaruh ketenangan dalam hati setiap orang.

Amalan-amalan yang baik saat menyambut bulan suci Ramadan, pertama amalan hati, ketika menyambut Ramadan hati harus lapang dan gembira, begitu sangat mulianya bulan Ramadan sehingga menyambutnya saja akan selamat dari api neraka. Kedua berziarah, mengirim doa dan bertawasul untuk orang-orang yang sudah meninggal dunia agar mereka diberi keselamatan. Ketiga saling memaafkan, sebelum memasuki bulan suci Ramadan sebaiknya memberesihkan diri terlebih dahulu, saling memaafkan sesama umat muslim terutama keluarga, teman-teman, dan orang-orang terdekat. Kempat berbagi, berbagi rejeki yang kita dapatkan dengan orang-orang yang membutuhkan, seperti memberi makanan dan pakaian ke panti asuhan, panti jompo, anak jalanan, dan orang-orang yang berkebutuhan khusus. Selain itu memberesihkan musola dan rumah pun sangat dianjurkan.

Berbagai kegiatan yang biasa dilakukan pada saat bulan suci Ramadan seperti lomba pidato, loba azan, lomba kali gerapi, lomba salawat, lomba kosidah, dan membaca al-quran yang diadakan disetiap diniah atau madrasah. Sedangkan yang biasa dilakukan organisasi-organisasi tertentu biasanya mengadakan ngabuburit bersama, buka puasa bersama, membagikan takjil, salat berjamaah setelah berbuka dan melakukan kegitan-giatan sosial untuk membantu mengurangi beban sesama. Semua kegitan dilakukan agar mendapatkan rido Allah, mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Oleh karena itu bulan suci Ramadan adalah suasana bulan yang penuh kegembiraan, ketaatan, bulan yang penuh keindahan yang menjadi bekal kekuatan, dan bulan yang dapat menyejukan hati dan pikiran. Maka sambutlah bulan suci dengan rasa gembira dan isilah dengan amalan-amalan baik, kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk semua orang. Janganlah menjadi manusia yang rugi, hanya mendapatkan pahala dari menahan rasa lapar dan haus saja selama puasa, akan tetapi mendapatkan pahala dari kuat menahan hawa nafsu dari bergai problem kehidupan yang berubah-ubah dan tidak menentu.
Read more...

Selasa, 16 Januari 2018

Wisata Religi Tasikmalaya

0 komentar

Kekayaan pariwisata Kota Tasikmalaya adalah maha karya yang terhampar di tenggara Provinsi Jawa Barat. Barisan gunung menjulang, danau yang tenang, dan bentang sawah yang hijau merupakan pesona keindahan alam Kota Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya memiliki 7 kelompok pariwisata, yaitu alam, religi, buatan, kriya, belanja, kuliner dan minat khusus.

Jarak dari Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, kurang lebih 105 Km dan dari Ibu Kota Negara Indonesia kurang lebih 225 Km.

Wisata religi merupakan wisata yang banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat, kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ini banyak dilakukan perorangan atau rombongan ke tempat-tempat suci, ke makam orang-orang besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukit atau gunung yang dikeramatkan, ke tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib yang penuh legenda.

Bagi masyarakat Jawa makam merupakan tempat yang dianggap suci dan pantas dihormati. Makam sebagai tempat peristirahatan terakhir arwah nenek moyang dan keluarga yang telah meninggal. Keberadaan makam dari tokoh tertentu menimbulkan daya tarik bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas ziarah dengan berbagai motivasi. Kunjungan ke makam pada dasarnya merupakan tradisi agama Hindu pada masa lampau berupa pemujaan terhadap roh leluhur. Makam, terutama makam tokoh sejarah , tokoh mitos, atau tokoh agama merupakan tujuan wisata rohani yang banyak dikunjungi wisatawan.

Sudah menjadi rahasia umum apabila Tasikmalaya menjadi tujuan favorit wisata ziarah dan religi wisatawan. Tak hanya warga sekitar masyarakat dari daerah-daerah lain pun berduyun-duyun datang berkunjung. Maklum saja, sejumlah makam tokoh islam masa lampau bertebaran di Tasikmalaya. Salah satunya makam Eyang Prabudilaya Kusumah yang lokasinya berada di tengah-tengah Situ Gede. Situ gede merupakan danau dengan luas sekitar 47 hektare di Tasikmalaya, Jawa Barat. Objek wisata ini cukup populer karena menawarkan pemandangan indah, suasana tenang, dan lokasinya tak jauh dari pusat Kota Tasikmalaya. Di tengah-tengah situ terdapat sebuah pulau kecil (Pulau Nusa) dengan luas sekitar 1 hektare. Di pulau tersebut terdapat makam Eyang Prabudilaya Kusumah, seorang tokoh agama islam yang disegani dan dihormati oleh masyarakat Tasikmalaya. Untuk mengunjungi lokasi, pengunjung harus menyebrang ke pulau menggunakan rakit yang akan membawa wisatawan menyebrang ke pulau atau sekedar mengelilingi situ. Pengunjung yang datang tidak hanya berwisata religi tetapi sekaligus dapat menikmati keindahan alam Situ Gede. Tentunya selama naik rakit , pemandangan indah situ akan terlihat sejauh mata memandang.

Para wisatawan yang berkunjung ke makam Eyang Prabudilaya datang dengan tujuan dan motivasi yang bermacam-macam, mulai dari melakukan tawasul sampai dengan meminta sesuatu. Di samping makam Eyang Prabudilaya terdapat dua buah makam pengikutnya yaitu Jayakerta dan isterinya yang konon piawai nyinden karena itu tidak sedikit peziarah yang datang meminta supaya suaranya menjadi merdu. Tetapi, yang harus diketahui segala sesuatu itu tetap saja datangnya dari Allah swt.

Bersumber dari masyarakat sekitar, perjalanan Eyang Prabudilaya yang sampai dimakamkan di Pulau Nusa Situ Gede karena Eyang Prabudilaya ini merupakan tokoh yang dihormati masyarakat Tasikmalaya yang memiliki garis keturunan dengan wali. Dituturkan bahwa beliau memiliki 2 orang istri yang bernama Sekar Karembong yang dimakamkan di Bantar dan Sembahdalem yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaan makamnya karena konon menghilang begitu saja atau warga sekitar menyebutnya nilem.

Suatu ketika kedua istri Eyang Prabudilaya saling mencari karena sang suami menghilang dalam waktu yang lama. Istri pertama mencari ke tempat istri kedua begitupun sebaliknya istri kedua mencari ke tempat istri pertama, sehingga mereka memutuskan untuk mencari bersama-sama. Pencarian itu berbuah hasil, sang suami telah ditemukan ia sedang matigeni di suatu tempat kemudian oleh istrinya dibawa pergi untuk dibunuh. Eyang Prabudilaya Kusumah pun dibunuh oleh istrinya sehingga darahnya mengalir merah yang kini tempat terbunuhnya tersebut dinamakan Situ Cibeureum. Kemudian oleh para pengikutnya, Eyang Prabudilaya dibawa pergi dengan digotong atau orang sekitar menyebutnya dipangku menggunakan kain jarik (samping) yang diikatkan pada bambu panjang. Di tengah perjalanan bambu tersebut patah, tetapi dapat disambung kembali dengan menggunakan tanah lalu Eyang Prabudilaya digotong kembali oleh para pengikutnya. Sehingga sampai kini tempat menyambungkan bambu dengan tanah tersebut dinamakan Mangkubumi. Perjalanan pun dilanjutkan kembali, setelah cukup lama berjalan tiba-tiba para pengikutnya tersebut berjongkok, warga sekitar menyebutnya nagog sehingga hingga kini tempat tersebut dinamakan Nagrog. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan kembali dengan melewati suatu tempat yang udaranya sejuk atau warga sekitar menyebutnya tiis dan memutuskan untuk beristirahat sejenak. Tempat peristirahatan tersebut sampai dengan sekarang disebut daerah Maniis. Setelah cukup lama beristirahat jenazah Eyang Prabudilaya digotong kembali hingga pada akhirnya dimakamkan di pulau yang terletak di tengah Situ Gede.

Masih bersumber dari warga, tinggi muka air pada bibir pulau di tengah Situ selalu sama meskipun pada musim kemarau atau hujan. Bahkan, keadaan tersebut tetap demikian di saat bagian Situ yang lainnya dalam keadaan kering.

Dengan adanya fenomena tersebut dapat disimpulkan bahwa Pulau tersebut dalam kondisi terapung. Terdapat juga mitos yang menyebutkan bahwa pasangan kekasih yang datang ke Situ Gede akan berakhir dengan perpisahan. Mitos lain yang beredar menyebutkan bahwa Situ Gede memiliki hubungan dengan Situ Panjalu yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis karena keberadaan ikan si kokol yang selalu berpindah-pindah tempat dari Situ Gede ke Situ Panjalu dan begitupun sebaliknya.

Sampai dengan saat ini tidak bisa dipastikan bahwa seluruh masyarakat setempat mengetahui betul akan cerita-cerita tempat tinggalnya di masa silam. Meskipun hanya secara singkat, tuturan-tuturan tersebut dapat dijadikan sebagai permulaan untuk selanjutnya digali kembali dengan lebih komprehensif dalam konteks sejarah yang unik sehingga mampu menarik minat wisatawan atau peziarah untuk datang ke Situ Gede. Selain sebagai objek wisata alam, Situ Gede juga bisa dijadikan sebagai wisata religi sekaligus wisata sejarah yang harus dijaga kelestarian dan keasriannya.


Read more...
 
Jurnalis Muda © DKP (Mala) - 2018